Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Seorang Nenek di Payangan Tewas Jatuh ke Sumur Sedalam 25 Meter
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang nenek, Ni Made Rumrum, 74, jatuh ke sumur sedalam 25 meter di rumahnya Banjar Roban, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Minggu (25/4).
Keberadaan korban baru diketahui oleh anaknya I Made Parta sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, Made Parta sedang mencari korban karena tidak ada dalam kamar. Setelah dicek ke dalam sumur, Made Parta pun kaget melihat ada bayangan pakaian mengambang.
Selanjutnya Made Parta memberitahukan kejadian tersebut ke Kadus Roban kemudian dilaporkan ke Polsek Payangan. Sebelum ditemukan jatuh dalam sumur, menantu korban Ni Wayan Warsi sekitar pukul 03.00 WITA sempat mendengar suara benda jatuh. Namun Ni Wayan Warsi tidak mencurigai apapun, tidak mengecek ke luar kamar dan melanjutkan tidur.
Barulah sekitar pukul 08.00 WITA, keluarga panik karena tidak melihat korban di sekitar rumah. Sempat dicek ke kamarnya di Bale Daja karena biasanya korban sudah bangun dan melakukan aktivitas di sekitar rumah. Setelah dicek ke kamar korban ternyata korban sudah tidak ada di kamarnya.
Setelah itu ketiga saksi mencari korban dan curiga bahwa korban jatuh ke dalam sumur mengingat menantu korban sempat mendengar suara benda jatuh. Bersama Polsek Payangan hadir melakukan evakuasi Basarnas, SAR Polda Bali, BPBD Gianyar dan PMI Gianyar.
"Korban berhasil dievakuasi pukul 11.45 WITA," jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibia Presasta.
Sementara Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya ditemui di lokasi mengatakan pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Sehingga tidak dilanjutkan pada tindakan otopsi untuk mengetahui sebab meninggalnya. "Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," jelasnya.
Sebagai antisipasi, Kapolsek Ady Wijaya mengimbau keluarga yang lain agar lebih berhati-hati. "Agar sumur dalam keadaan ditutup dan tetap waspada," jelasnya.
Anak tertua korban, I Wayan Karja mengatakan sumur biasanya sudah ditutup. Namun saat kejadian, posisinya agak miring. "Tumben ibu saya ke sumur, biasanya kalau pakai air cukup air keran," ujarnya.
Terkait dugaan ada unsur kesengajaan, Wayan Karja mengaku selama ini keluarga baik-baik saja. "Sebelum kejadian tidak ada masalah, tidak pernah cekcok. Tumben ke sumur, biasanya ada air keran," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan