Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dipaksa Latihan Judo, Seorang Anak Laki-Laki Koma Setelah Dibanting 20 Kali

Senin, 26 April 2021, 20:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Dipaksa Latihan Judo, Seorang Anak Laki-Laki Koma Setelah Dibanting 20 Kali

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang anak laki-laki di Taiwan bernama Huang kini dalam keadaan koma setelah diduga dilempar ke tanah lebih dari 20 kali berturut-turut selama latihan Judo.

Menyadur Mothership Senin (26/04), selama pelajaran, Huang merasa tidak enak badan dan mengeluh mual. Paman Huang yang saat itu mendampingi khawatir dan mengatakan pada pelatihnya bahwa Huang sedang tidak fit.

Pelatih itu justru menepisnya dan menghubungkan mual yang dirasakan Huang dengan makanan yang terlalu mengenyangkan. Pelatih kemudian diduga menyuruh dua anak laki-laki untuk melatih lemparan mereka pada Huang.

Huang berulang kali memohon pada pelatih untuk berhenti, kepala dan kakinya sakit dan dia tidak ingin melakukan ini lagi. Pelatih tersebut diduga mengancam Huang untuk bangun, atau dia yang akan melempar bocah itu ke tanah.

Pelatih melanjutkan untuk melempar bocah itu ke tanah enam sampai tujuh kali, setelah itu Huang jatuh pingsan. Total, Huang terlempar ke tanah sekitar 27 kali. Paman Huang melihat tangisan keponakannya berhenti.

Ketika pelatih membawa bocah itu ke pamannya, Huang jadi pucat dan matanya memutar. Pelatih menepisnya, mengatakan bahwa dari pengalamannya bertahun-tahun, Huang hanya pura-pura pingsan.

Huang segera dibawa ke rumah sakit dan dioperasi, ia diketahui menderita pendarahan otak. Dokter menunjukkan cederanya setara dengan ditabrak mobil dan dia mungkin secara permanen tetap dalam keadaan vegetatif.

Keluarganya awalnya ingin melepaskan dukungan hidupnya, tetapi mereka didorong oleh tanda-tanda vital bocah itu. Pelatih judo itu awalnya mengelak dan berkata pada ayah Huang bahwa ada alat pelindung selama pelajaran.

Namun belakangan, ia mengakui telah membanting Huang ke tanah dengan dua muridnya. Pelatih saat ini sedang diselidiki dan jaksa telah mengajukan penahanan terhadap pelatih tersebut.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami