Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Takut Disensus, Petani di Selemadeg Barat Pilih Gantung Diri
BERITABALI.COM, TABANAN.
Nahas yang dialami almarhum Sutari alias I Wayan J, petani kelahiran 1952 dan saat ini tinggal di Banjar Angkah Gede, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, diketahui pada Selasa, 27 April 2021.
Petani yang sempat tinggal di Kampung Tri Kaya, RT/RW: 012/004, Desa Trikarya, Kecamatan, Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung diduga takut saat akan dilakukan sensus penduduk karena tidak memiliki surat keterangan identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga sejak pindah dari Lampung pada dua tahun lalu.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, awalnya anak korban pada Selasa (27/4) sekira Pukul 06.30 WITA bangun dan melihat ayahnya tidak ada di rumah sedangkan sepeda motornya masih ada. Sekitar Pukul 08.00 WITA ia pergi bekerja di kebun milik seorang warga.
Pukul 11.30 WITA anak korban pulang dan ayahnya juga tidak ada di rumah. Selanjutnya dicari ke kebun sebelah barat berlokasi di Banjar Samsaman namun tidak ada. Lantas dicari ke kebun sebelah timur di Banjar Angkah Gede juga tidak ditemukan.
Pukul 13.00 WITA anak korban kembali bekerja di kebun. Sekitar Pukul 14.30 WITA anak korban mendatapkan informasi jika ayahnya meninggal dalam kondisi gantung diri. Pukul 15.00 WITA personel Polsek Selemadeg Barat tiba di lokasi.
Korban masih menggantung pada pohon manggis, selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar dari petugas kesehatan Puskesmas Selemadeg Barat.
“Diduga korban korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diakibatkan merasa takut akan adanya sensus penduduk,” kata Kasubbag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia, Selasa (27/4).
Setelah dilakukan pemeriksaan luar, warga masyarakat sekitar melakukan evakuasi jenazah korban dan dibawa ke rumah duka. “Dari pihak keluarga tidak melakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar IPTU Subagia.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan