Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
1.115 Warga Desa Adat Kerobokan Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap II
BERITABALI.COM, BADUNG.
Upaya mempercepat menuju Zona Hijau maka, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap II dilaksanakan di Desa Adat Kerobokan.
Pelaksanaan tersebut dilaksanakan mulai dari Selasa (27/4) hingga Kamis (29/4) di GOR Purna Krida, Kerobokan Kaja, Kabupaten Badung.
Pelaksanaan Vaksinasi dilakukan kepada pelayan adat, dinas atau publik dengan total peserta 1.115 orang. Hal itu disampaikan, Bendesa Adat Kerobokan, Badung, AA Putu Sutardja di sela kegiatan tersebut.
"Pelaksanaan Vaksinasi pertama telah kita laksanakan pada bulan Maret lalu. Pelaksanaan Vaksinasi pada hari ini setidaknya dapat dilakukan kurang lebih pada 400 orang warga di Desa Adat Kerobokan,"jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diikuti oleh pelayan publik dan pelayan adat khususnya di Desa Adat Kerobokan. "1.115 orang mengikuti tahap Vaksin Covid-19 tahap ke II, ada unsur pelayan Publik dan pelayan adat pengurus banjar, Desa Adat, Pecalang, Pemangku maupun juga dari para Lansia," paparnya.
Dirinya berharap di Desa Adat Kerobokan kedepan sampai 29 April agar seluruh warga tervaksin sehingga Zona Hijau di daerah Desa Adat Kerobokan dapat terealisasi dengan maksimal.
"Setidaknya pencapaian target vaksinasi dapat tercapai secara signifikan dan dalam upaya mencapai zona hijau yang dicanangkan bersama tersebut dapat tercapai dengan baik," katanya.
Harapannya kepada masyarakat dapat kembali beraktivitas akan tetapi, wajib dan tetap menerapkan protokol kesehatan memakai masker maupun tetap menjaga jarak dan mencuci tangan.
"Jangan sampai kita mengabaikan protokol kesehatan, sehinga harapanya akan mampu memulihkan perekonomian masyarakat seperti sedia kala," harapnya.
Selanjutnya, Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra menyampaikan, vaksinasi tahap ke II sudah tercapai. Tentu dalam hal ini mengingatkan masyarakat agar tetap konsisten melakukan protokol kesehatan atau prokes.
Jika dilihat saat ini masih banyak pelayan publik di Desa Adat Kerobokan belum tervaksin maka dari itu, tentu sangat berharap agar proses diadakan vaksinasi lanjutan. Jika berdasarkan caatan WHO, idealnya sekitar 70 persen dari jumlah populasi penduduk divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
"Semakin banyak masyarakat yang divaksin, sehingga herd immunity (kekebalan kelompok) masyarakat dapat meningkat. Mengingat padatnya kegiatan adat, tradisi dan budaya, tentu perlu diantisipasi agar tidak terjadi klaster baru,"sebutnya.
Dirinya menambahkan, total jumlah masyarakat tekah di Vaksin sebanyak 1.115 orang saja di Desa Adat Kerobokan.
"Setidaknya Vaksinasi lanjutan bisa dilaksanakan ke Bali agar masyarakat lainnya juga memperoleh vaksin," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan