Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Bisakah Wanita dengan Vaginismus Hamil? Ini Faktanya!
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Vaginismus adalah suatu disfungsi seksual pada wanita, yang membuat otot-otot vaginanya mengencang ketika melakukan hubungan seks atau penetrasi. Masalah seksual ini menyerang 0,5 persen wanita di dunia.
Wanita dengan masalah vaginismus ini biasanya enggan berhubungan seks karena terasa menyakitkan. Karena, beberapa atau semua jenis penetrasi vagina tidak bisa dilakukan.
Kondisi ini merupakan reaksi otomatis tubuh terhadap rasa takut akan penetrasi dan otot-otot vagina akan mengencang dengan sendirinya ketika mencoba penetrasi.
Umumnya, vaginismus bisa disembuhkan. Sedangkan, penyebab vaginismus sendiri belum jelas, tapi ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya, antara lain:
- Takut ukuran vagina terlalu kecil untuk penetrasi
- Pengalaman seksual pertama kali yang buruk atau menyakitkan
- Pemeriksaan medis pada vagina yang tidak menyenangkan
- Beprikir hubungan seks itu memalukan
- Memiliki masalah medis yang menyakitkan, seperti sariawan
Lalu, apakah wanita dengan vaginismus bisa hamil?
Jika Anda menderita vaginismus dan ingin memiliki anak, Anda mungkin mulai bertanya-tanya seberapa besar peluangnya untuk hamil.
Karena dilansir dari Express, vaginismus membuat wanita kesulitan berhubungan seks. Maka, secara alami vaginismus akan menahan kehamilan sampai Anda bisa melakukan hubungan seks penetrasi.
Karena itu, para ahli mendorong wanita untuk terus berusaha mengatasi vaginismus agar bisa melakukan hubungan seks yang nyaman dan memiliki keturunan.
Meskipun Anda bisa hamil dengan metode IVF tanpa mengobati vaginismus, Anda tetap akan mengalami kesulitan ketika tiba masa persalinan.
Vaginismus yang diabaikan atau tidak diobati bisa menimbulkan beberapa masalah selama kehamilan. Tapi, biasanya tidak akan menghalangi proses persalinan pervaginam yang sesungguhnya.
Wanita dengan vaginismus mungkin bisa melahirkan normal secara alami, sama seperti wanita lain tanpa vaginismus. Namun, mereka tetap akan menghadapi kesulitan selama pemeriksaan panggung dan prosedur pra atau pasca persalinan lainnya.
Bahkan pemeriksaan rutin selama kehamilan akan sulit bagi kebanyakan wanita dengan vaginismus. Mereka mungkin akan mengalami kejang atau sesak panggul selama pemeriksaan rutin.
Karena itulah, wanita dengan vaginismus disarankan untuk mengobati kondisinya sebelum persalinan. Pastikan ke dokter bahwa opsi perawatan medis sesuai dengan kondisi Anda dan tidak ada risiko yang berbahaya.
Beberapa wanita dengan vaginismus memang berhasil sembuh atau sedikit membaik setelah mengalami proses persalinan tanpa pengobatan. Tapi, beberapa wanita lainnya mungkin akan lebih buruk karena hal itu.
Seseorang dengan vaginismus bisa mengalami trauma tambahan atau nyeri setelah proses persalinan, yang akhirnya akan memperburuk masalah vaginismus.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun