Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Keripik Tempe, Bahan Olahan Pangan Desa Jagaraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam mengembangkan produk-produk yang berkualitas terus dilakukan.
Salah satunya, produk olahan pangan Kripik Tempe yang kini marak diminati oleh semua kalangan, dimulai dari anak-anak sampai dewasa.
Sebenarnya, dalam pengolahan Keripik Tempe banyak ditemui di Buleleng. Namun, Keripik Tempe yang ada di Desa Jagaraga ini mempunyai nilai tersendiri baik dari bentuknya sampai rasanya.
Saat ditemui di tempat pengolahannya, pengolah Keripik Tempe Ketut Wiarsa, Jumat (7/5) mengatakan dalam pembuatan tempe itu dilakukan turun temurun dimulai dari ayahnya tahun 1965.

Sejak ayahnya meninggal, dirinyalah yang mengambil pekerjaan itu hingga sampai sekarang. Bahan yang digunakan dalam pembuatan Keripik Tempe itu antara lain, kedelai.
Dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa tahapan dari tahap awal sampai tahap pembungkusan.
"Pertama-tama kita harus memilih kedelai yang bagus, setelah itu kita bersihkan kedelai itu dengan memakai air, selanjutnya kita rendam dan direbus selama 3/4 jam sampai kedelai itu matang, selanjutnya kita giling kedelainya, setelah digiling lanjut dibersihkan kulitnya, lalu direndam kembali selama 6 sampai 8 jam, kemudian direbus kembali, habis itu kita dinginkan lalu kita ragi lalu kita bungkus sesuai dengan selera pembeli," ucapnya.
Mengenai pemasaran, dirinya sudah memasarkan Keripik Tempe yang dibuat di dalam daerah sampai luar daerah, seperti Desa Jagaraga, Desa Kubutambahan sampai Desa Kintamani. Untuk harga yang dipasarkan beragam sesuai dengan ukuran dan bentuknya.
"Untuk harga tempe yang panjang, saya beri harga dari Rp. 15.000 sampai Rp. 18.000, untuk bentuknya yang kecil harganya Rp. 2000 sampai Rp. 5000 dalam satu bungkus," ujarnya.
Selain itu, dalam penjualannya dari awal menggeluti usaha ini sampai sekarang adanya pandemi Covid-19 tetap tidak ada perubahan baik dari isinya sampai harganya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan