Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Keripik Tempe, Bahan Olahan Pangan Desa Jagaraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam mengembangkan produk-produk yang berkualitas terus dilakukan.
Salah satunya, produk olahan pangan Kripik Tempe yang kini marak diminati oleh semua kalangan, dimulai dari anak-anak sampai dewasa.
Sebenarnya, dalam pengolahan Keripik Tempe banyak ditemui di Buleleng. Namun, Keripik Tempe yang ada di Desa Jagaraga ini mempunyai nilai tersendiri baik dari bentuknya sampai rasanya.
Saat ditemui di tempat pengolahannya, pengolah Keripik Tempe Ketut Wiarsa, Jumat (7/5) mengatakan dalam pembuatan tempe itu dilakukan turun temurun dimulai dari ayahnya tahun 1965.

Sejak ayahnya meninggal, dirinyalah yang mengambil pekerjaan itu hingga sampai sekarang. Bahan yang digunakan dalam pembuatan Keripik Tempe itu antara lain, kedelai.
Dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa tahapan dari tahap awal sampai tahap pembungkusan.
"Pertama-tama kita harus memilih kedelai yang bagus, setelah itu kita bersihkan kedelai itu dengan memakai air, selanjutnya kita rendam dan direbus selama 3/4 jam sampai kedelai itu matang, selanjutnya kita giling kedelainya, setelah digiling lanjut dibersihkan kulitnya, lalu direndam kembali selama 6 sampai 8 jam, kemudian direbus kembali, habis itu kita dinginkan lalu kita ragi lalu kita bungkus sesuai dengan selera pembeli," ucapnya.
Mengenai pemasaran, dirinya sudah memasarkan Keripik Tempe yang dibuat di dalam daerah sampai luar daerah, seperti Desa Jagaraga, Desa Kubutambahan sampai Desa Kintamani. Untuk harga yang dipasarkan beragam sesuai dengan ukuran dan bentuknya.
"Untuk harga tempe yang panjang, saya beri harga dari Rp. 15.000 sampai Rp. 18.000, untuk bentuknya yang kecil harganya Rp. 2000 sampai Rp. 5000 dalam satu bungkus," ujarnya.
Selain itu, dalam penjualannya dari awal menggeluti usaha ini sampai sekarang adanya pandemi Covid-19 tetap tidak ada perubahan baik dari isinya sampai harganya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan