Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasien Covid-19 Diperkosa Perawat di Rumah Sakit Hingga Meninggal Dunia
beritabali.com/ist/suara.com/Pasien Covid-19 Diperkosa Perawat di Rumah Sakit Hingga Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perempuan pasien positif Covid-19 di India diperkosa petugas di rumah sakit pemerintah Bhopal dan meninggal dalam waktu 24 jam setelah insiden mengerikan tersebut.
Menyadur NDTV, Sabtu (15/5/2021), seorang wanita berusia 43 tahun melaporkan kepada petugas bahwa dirinya mengalami pelecehan seksual saat dirawat di Rumah Sakit Pusat Penelitian Bhopal Memorial pada 6 April.
Menurut laporan polisi, wanita tersebut juga mengidentifikasi pelaku dalam sebuah pernyataan kepada dokter.
Sebuah sumber mengatakan kondisi wanita tersebut semakin memburuk pasca mengalami pemerkosaan dan harus menggunakan ventilator.
Akhirnya, wanita tersebut mengembuskan napas terakhir di hari yang sama saat melaporkan kepada polisi mengenai insiden keji tersebut.
Kasus itu kekinian didaftarkan di Kantor Polisi Nishatpura. Terdakwa yang diidentifikasi sebagai Santosh Ahirwar, lelaki berusia 40 tahun, telah ditangkap. Dia ditahan di Penjara Pusat Bhopal menunggu persidangan.
Petugas polisi senior Irshad Wali mengatakan bahwa korban telah mengajukan permohonan kepada polisi, meminta identitas dirinya untuk dilindungi dan kejadian tersebut tidak diungkapkan kepada siapa pun.
Sumber lain mengatakan bahwa terdakwa juga pernah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perawat berusia 24 tahun. Ia juga sempat dijatuhi hukuman karena terpergok mabuk saat bekerja.
Karena wanita yang meninggal itu adalah korban tragedi gas Bhopal 1984, asosiasi korban bencana telah menulis surat yang kuat kepada pihak berwenang yang menandai "kondisi menyedihkan bangsal Covid-19" di Pusat Penelitian Rumah Sakit Memorial Bhopal atau BMHRC.
"Manajemen BMHRC telah melakukan segala daya untuk mendorong tindakan keji dan kriminal ini di bawah karpet dan itulah alasan mengapa keluarga korban pemerkosaan bahkan tidak diberitahu tentang peristiwa tersebut," katanya.
Kelompok tersebut juga menyerukan penyelidikan atas kematian wanita itu dan memasang kamera CCTV di semua bangsal Covid-19.
Asosiasi juga menuntut agar pihak rumah sakit memastikan jika stafnya yang terbukti melakukan pelanggaran seks tidak dipekerjakan lagi.
Ia juga mencatat bahwa orang yang selamat dari tragedi gas Bhopal tujuh kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada warga biasa.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan