Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Poklahsar Sari Mutiara Sulap Kulit Kerang Mutiara Jadi Beragam Kerajinan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kerang dikenal sebagai biota laut yang memiliki beragam potensi untuk dikembangkan menjadi barang bernilai ekonomi tinggi bila dapat dimanfaatkan dengan baik.
Potensi itu dilihat oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sari Mutiara sebagai peluang emas untuk meraup keuntungan.
Melalui usaha kreatif dan inovatif, kelompok yang bertempat di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak ini menyulap kulit Kerang menjadi beragam produk kerajinan yang unik dan indah.
Diketuai oleh Endi Rahman, proses produksi Poklahsar Sari Mutiara ditekuni oleh 15 orang anggota kelompok yang kesemuanya adalah perajin kulit Kerang.
Lebih jauh mengenai Poklahsar Sari Mutiara, dijelaskan oleh Endi Rahman saat diwawancarai melalui pesan elektronik pada Kamis (21/5), kelompoknya mengolah cangkang Kerang dari berbagai jenis dan ukuran menjadi beragam produk seperti perhiasan anting, gelang, cincin, kalung, liontin, gantungan kunci, maupun perabot seperti piring, sendok, garpu, pisau, mangkok.
Selain itu, berbagai hiasan rumah juga diproduksi seperti vas bunga, bingkai foto, dan sebagainya. "Apapun yang diminta pemesan bisa dibuatkan termasuk meja dan kursi," ungkap Endi.
Semuanya, kata Endi diolah oleh kelompoknya dengan bahan limbah kulit kerang yang didapat dari industri budidaya kerang di Gerokgak maupun dari penduduk.
“Limbah kulit kerang ini kami dapatkan dari perusahaan budi daya kerang mutiara yang ada di Gerokgak, selain itu juga berasal dari penduduk setempat yang biasa mencari limbah kerang,” jelas Endi.
Endi menambahkan, selain mendapatkan bahan baku limbah kulit kerang dari Gerokgak, pihaknya juga membeli di Kabupaten lain di Bali dan beberapa juga didatangkan dari pulau Jawa. Sedangkan terkait jenis kulit kerang yang diolah disebutkan oleh Endi antara lain kerang mutiara, black massel, Abalone New Zealand, Kupang, serta Abalone lokal.
Setelah diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan, Endi mengungkapkan pihaknya bisa menjual produknya dengan harga yang termurah mulai dari Rp. 15.000,- hingga yang paling mahal mencapai Rp. 3.000.000,- tergantung dari ukuran produk serta tingkat kesulitan pembuatannya.
Sedangkan waktu yang diperlukan untuk membuat satu produk kerajinan kulit kerang bisa 2 sampai dengan 4 hari. Disinggung terkait pemasaran produknya, Endi menjelaskan Poklahsar Sari Mutiara telah memiliki jaringan pemasaran yang cukup luas.
Jadi, tidak hanya di wilayah Pemuteran, namun juga telah merambah daerah lain di Bali seperti Kuta dan Kumbasari. Selain itu pihaknya juga mengekspor ke luar negeri seperti ke Australia, Perancis, Spanyol, dan Belanda. Lanjut Endi, untuk pemasaran ke Australia pembeli mendatangi tempatnya untuk mengambil barang.
Sedangkan untuk ke Prancis, Spanyol, dan Belanda Ia bekerja sama dengan teman yang membuka artshop di sana dan secara rutin pihaknya mengirimkan produk-produk yang diminta. Biasanya cenderung berupa kerajinan aksesoris.
“Namun kadang tamu langsung datang ke rumah dan minta dibuatin suatu produk, dan kita kirim setelah selesai dibuat,” imbuh Endi.
Sayangnya, akibat pandemi Covid-19 Endi mengaku kelompoknya sangat terdampak. Padahal sebelum pandemi Covid-19 pihaknya bisa meraut omzet 15 juta rupiah per perajin dalam setiap bulannya, dengan keuntungan mencapai 5 juta rupiah. Namun, kini Ia mengaku kelompoknya seakan mati suri, sehingga untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari Ia dan kelompoknya harus melakukan pekerjaan sampingan seperti melaut mencari ikan dan menjual ikan kering.
Maka dari itu, Ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar kondisi perekonomian seluruh dunia kembali normal, sehingga penjualan produk mereka dapat kembali seperti sedia kala.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun