Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Gunung Nyiragongo Meletus, Ribuan Warga Kongo Mengungsi ke Rwanda
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gunung Nyiragongo, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, di bagian timur Republik Demokratik Kongo, meletus pada Sabtu (22/5/2021) malam waktu setempat.
Letusan itu memaksa ribuan penduduk di Goma Kivu Utara mengungsi ke Rwanda yang menjadi negara tetangga.
Observatorium Gunung Api dan Perlindungan Sipil mengonfirmasi letusan gunung berapi Nyiragongo pada pukul 7 malam waktu setempat.
Sumber mengatakan lahar tampaknya mengalir ke utara menuju Goma.
Para saksi di kota perbatasan Rwanda, Rubavu, mengatakan orang-orang yang membawa barang termasuk kasur, koper dan barang pribadi lainnya tiba di Rwanda secara berbondong-bondong saat cahaya merah memenuhi langit di atas kota berpenduduk sekitar 2 juta orang itu.
Distrik Rubavu menerima lebih dari 3.500 warga Kongo yang mengungsi dari letusan, kata Kementerian Manajemen Darurat Rwanda lewat media sosial Twitter.
Ia mengatakan rencana kontinjensi nasional telah dibuat untuk memastikan layanan keselamatan dan kemanusiaan bagi penduduk yang mengungsi.
Pemimpin lokal Gilbert Habyarimana mengatakan kepada wartawan bahwa sekolah dan tempat ibadah telah disiapkan untuk menampung warga Kongo.
Sebelumnya, Gubernur provinsi Kivu, Constant Ndima, mendesak warga yang panik di Goma dan sekitarnya untuk tetap tenang.
Dia mengatakan pihak berwenang akan memberi tahu mereka tentang keamanan setelah mendapat informasi dari orang yang ahli.
Pihak berwenang Kongo mendesak semua pemilik pompa bensin untuk mengosongkan demi menghindari kemungkinan ledakan.
Dokter juga diminta untuk tidak meninggalkan kota tetapi tetap siaga karena pasien akan dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat harus mengikuti instruksi dari koordinator perlindungan sipil provinsi, sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada,” kata Ndima.
Pengamat gunung berapi sebelumnya mengatakan mereka menganalisis situasi setelah aktivitas Nyiragongo meletus dengan mengamati dengan percikan merah yang terlihat dari kawah.
Sedikitnya 250 orang tewas ketika Nyiragongo terakhir kali meletus pada 2002 dan 120.000 kehilangan tempat tinggal setelah lahar mengalir ke Goma.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan