Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
3 Penyebab Umum Kecurigaan Perselingkuhan dari Sisi Psikologis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Khawatir pasangan akan nyeleweng atau selingkuh memang umum terjadi. Namun jika berlebihan hal tersebut bisa mengganggu kesehatan mental, pasangan, dan hubungan yang terjalin.
Melansir dari Bustle, orang mengembangkan paranoia konstan tentang selingkuh bisa jadi disebabkan oleh tiga alasan.
"Masalah kepercayaan tentu saja salah satunya, tetapi itu juga bisa berarti Anda berjuang dengan kepercayaan diri atau memproyeksikan perilaku dan ketakutan Anda sendiri ke dalamnya," kata Susan Golicic, Ph.D., seorang pelatih hubungan bersertifikat dan salah satu pendiri Uninhibited Wellness kepada Bustle.
Berikut tiga penyebab umum kecurigaan perselingkuhan dari sisi psikologis, antara lain:
1. Pernah Ada Perselingkuhan
Jika perselingkuhan pernah terjadi, maka kepercayaan mungkin akan menipis. "Orang yang melakukan dan mengalami perselingkuhan akan berpikir tentang selingkuh dan memproyeksikan pikiran-pikiran ini ke pasangan mereka. Mereka akhirnya menciptakan kenyataan bahwa pasangan mereka juga selingkuh," kata Dr. Paul DePompo, PsyD, ABPP, psikolog klinis dan penulis The Other Woman's Affair, kepada Bustle.
2. Mengalami Masalah Kepercayaan
Jika Anda memiliki masalah kepercayaan, masuk akal jika Anda menganggap pasangan Anda berbohong, selingkuh, dan bertindak di belakang punggung Anda.
"Anda secara inheren tidak mempercayai orang lain," kata Golicic. Ini mungkin bisa diakibatkan oleh pengalaman masa lalu.
"Menemukan terapis pasangan akan menjadi cara yang bagus untuk mengatasi masalah seputar perselingkuhan dan pengkhianatan," kata Meredith Prescott, LCSW, seorang psikoterapis di NYC. Anda bisa pergi bersama atau mencari terapis sendiri untuk mengatasi masa lalu Anda, sehingga tidak lagi berdampak negatif pada hubungan Anda saat ini.
3. Merasa tidak layak untuk dicintai
Jika Anda tidak memiliki cukup kepercayaan diri untuk merasa layak dicintai, ada kemungkinan lebih besar Anda akan mencari alasan untuk memberi tahu diri sendiri bahwa hubungan Anda tidak berhasil. Ini bisa berasal dari harga diri yang rendah serta dua masalah yang disebutkan di atas.
"Jika saya tidak mencintai diri saya sepenuhnya, karena saya tidak percaya bahwa saya mampu melakukannya, bagaimana mungkin seseorang bisa mencintaiku dengan cara yang aku tidak bisa?" ujar Prescott.
"Oleh karena itu, percaya bahwa Anda layak untuk dicintai menjadi komponen penting dalam mempercayai kasih sayang orang lain dan kesetiaan mereka," imbuhnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan