Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terjadi Lagi di Jembrana, Kali ini 1 Keluarga Jadi Korban
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah pekan lalu di Desa Baluk muncul gigitan anjing Rabies yang menggigit dua orang warga, kini kasus gigitan anjing positif rabies di banjar Sawe Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana menggigit enam orang warga sekaligus pada Sabtu 22 Mei 2021.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui korban merupakan 1 keluarga yang terdiri 4 orang anak-anak dan 2 orang dewasa. Anjing tersebut merupakan milik warga bernama Ngurah Swartama (39) yang juga merupakan korban gigitan, selanjutnya korban yang digigit bernama Ni Nyoman Nardi (55), I Kadek Kendra (6), I Komang Wira (5), dan I Kadek Satya Pranata (3).
Salah satu warga yang tergigit anjing positif rabies Ni Nyoman Nardi mengaku bagian yang digigit anjing milik keponakannya itu di bagian kaki kananya.
"Anjing itu tiba tiba menggigit kaki kanan saya, habis menggigit anjing itu langsung lari," katanya.
Adanya kasus tersebut, tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang peternakan Kesehatan hewan Viteriner Kabupaten Jembrana malkukan vaksinasi massal dan melaksanakan eliminasi secara terukur terhadap hewan peliharaan milik warga di sekitar kasus gigitan tersebut Rabu (02/06/2021).
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Viteriner Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Widarsa seijin Kadis Pertanian dan Pangan mengatakan, kasus anjing positif rabies di Banjar Sawe Desa batuagung ini terungkap setelah sampel otak anjing yang menggigit enam orang warga tersebut dinyatakan positif rabies.
"Saat itu juga tim Reaksi Cepat Penanganan rabies melakukan pencegahan dengan gelar vaksinasi rabies dan eliminasi secara terukur terhadap anjing yang diduga kontak langsung dengan anjing yang positif rabies," ungkap Widarsa di sela-sela pelaksanaan vaksinasi dan eliminasi di Banjar tersebut Rabu pagi. Terpantau di lapangan, saat tim reaksi cepat melaksanakan vaksinasi dan eliminasi tidak berjalan mulus, sejumlah warga sempat menolak anjingnya dieliminasi dengan berbagai alasan. Sehingga tim harus menggandeng aparat Desa dan Babinkhamtibmas untuk memperlancar kegiatan tersebut.
Kasus gigitan positif rabies ini merupakan kasus ke delapan di Kabupaten Jembrana dari bulan Januari hingga 02 Juni 2021. Kasusnya sebelumnya terjadi di Desa Baluk yakni anjing posiif rabies menggigit dua orang warga setempat. Widarsa berharap kepada masyarakat, agar mengikat atau mengkandangkan anjing peliharaanya untuk menghindari kontak langsung dengan anjing liar yang bisa mengidap virus rabies.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5885 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2585 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan