Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pekerja Migran Terpapar Covid-19 Sepulang dari Malaysia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Situbondo, Jawa Timur dilaporkan positif terpapar Covid-19. Pekerja yang baru pulang dari Malaysia itu kini menjalani karantina.
Dua hari terakhir ini ada 16 pekerja migran yang dipulangkan dari Malaysia. Namun, seorang diantaranya dilaporkan positif Covid-19 dan harus menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Surabaya. Pasien yang bersangkutan berstatus orang tanpa gejala (OTG).
Sementara, Kabid penempatan tenaga kerja Disnakertrans Pemkab Situbondo, Muhammad Zaini mengatakan, sebanyak 113 pekerja migran asal Situbondo pulang lantaran dideportasi dan sebagian lagi pulang secara mandiri karena sudah tak lagi bekerja.
“Sejak 29 April sampai 2 Juni ini total PMI yang datang dari luar negeri 113 orang. Untuk hari ini ada enam terdiri dari lima PMI asal Situbondo sedangkan satu orang WNA asal Prancis. Lima PMI dikarantina di wisma GOR Baluran Situbondo sedangkan WNA melakukan karantina mandiri,” katanya, Rabu (2/6/ 2021).
Para pekerja akan dikarantina selama tiga hari di pusat karantina wisma GOR Baluran Situbondo. Selama karantina, para pekerja akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap hari dan akan dilakukan tes Swab sebelum dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
PMI asal Kecamatan Suboh Situbondo Muhammad Fathan menuturkan pulang kampung lantaran tak memiliki pekerjaan lagi di Malaysia.
“Saya sudah 8 tahun di Malaysia, kalau istri baru 4 tahun. Di sana (Malaysia) saya bekerja sebagai penjaga toko dan sudah setahun ini tak bekerja sejak terjadi pandemi Covid-19,” katanya.
Fathan dan istrinya Umiasih mengadu nasib ke negeri Jiran Malaysia karena kebutuhan ekonomi. Namun pandemi Covid-19 membuatnya kehilangan pekerjaan, karena banyak tempat usaha di Malaysia sudah tutup.
“Kalau sebelum pandemi penghasilan saya lumayan besar. Tapi sejak terjadi pandemi saya harus pontang panting cari pekerjaan. Tiga bulan ini sudah tak bekerja sama sekali sehingga kesulitan untuk makan,” tutur bapak dua orang anak itu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan