Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cahaya Misterius di Gunung Raung Banyuwangi Ternyata Meteor, Begini Penjelasan Lapan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan bahwa cahaya misterius yang terekam kamera pengawas atau CCTV Pos Pantau Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi benda berasal dari luar angkasa, yakni meteor.
Kepala Lapan Balai Pasuruan, Dian Yudha Risdianto mengatakan, meteor tersebut tidak sampai menyentuh permukaan bumi.
"Analisa awal, tampaknya itu benar meteor besar yang menerangi awan rendah di arah Gunung (Gunung Raung)," katanya dikutip dari timesindonesia.co.id, Sabtu (5/6/2021).
Yudha melanjutkan, berdasar citra satelit Himawari tidak terekam fenomena kilatan cahaya meteor tersebut. Namun bisa disimpulkan penampakan yang terekam kamera pengawas atau CCTV PPGA Raung tersebut merupakan meteor yang jatuh.
"Dari citra Himawari memang ada cahaya warna putih. Tapi itu bukan dari meteor, melainkan dari cahaya matahari yang masih terlihat dari awan tinggi," sambungnya.
Lapan memperkirakan, seluruh tubuh batu angkasa tersebut sudah terbakar hangus saat bertabrakan dengan dengan atmosfer. Alhasil, sejumlah masyarakat di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya hanya mendengarkan dentuman saja.
"Kalau informasi jatuhnya, kita tidak tahu. Cuman ada laporan warga terdengar suara dentuman saja. Mungkin sudah terbakar habis saat di atmosfer," katanya.
Dari hasil analisa tersebut, Lapan memastikan lokasi jatuhnya bukan di Gunung Raung. Jika dilihat dari CCTV Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Raung, secara sudut pandang memang seperti jatuh di atasnya, namun tetapi meteor tersebut dipastikan tidak jatuh di bumi apalagi di Gunung Raung.
"Kesimpulannya yang jelas benar ini meteor tapi persisnya tidak jatuh di Gunung Raung. Kalau dari CCTV nampaknya saja jatuh disitu, tapi sebenarnya mengarah lebih jauh," katanya.
Untuk bobot dan diameter meteor ini, Lapan belum bisa memastikan. Namun diperkirakan, meteor ini menyinari awan-awan rendah dari ketinggian sekitar 6 kilometer yang tidak tampak pada citra awan tinggi di atas 10 kilometer.
"Masih belum ada laporan terkait meteor yang sampai jatuh ke daratan. Masih suara dentuman saja," katanya.
Meski demikian, Lapan belum bisa memastikan secara pasti terkait hubungan meteor di langit Banyuwangi tersebut dengan fenomena hujan Meteor Arietid (171 ARI) yang sudah ditandai terjadi sejak 14 Mei hingga 24 Juni nanti.
"Masih belum pasti apakah ada hubungannya dengan hujan meteor tersebut," ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan