Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mungkinkah Varian Delta Plus Picu Gelombang Ketiga?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Virus corona varian Delta merupakan salah satu varian yang diketahui lebih menular dibandingkan lainnya. Kini, para ahli pun menemukan varian baru Delta plus atau AY.1 ditandai dengan akuisisi mutasi K417N.
Di India, pemerintah secara resmi menyatakan varian Delta plus menjadi varian perhatian yang lebih menular, memiliki ikatan lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru, dan berpotensi menurunkan antibodi monoklonal.
Sampai sekarang, India menjadi salah satu dari 9 negara yang mendeteksi varian Delta plus. Kabarnya, varian Delta plus ini juga telah terdeteksi di sejumlah negara lainnya.
Karena banyaknya kasus varian Delta plus yang telah diidentifikasi di beberapa bagian India, banyak yang khawatir bahwa varian baru ini bisa menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksin Covid-19.
Tapi, Prof. Shahid Jameel, mantan anggota INSACOG dan salah satu ahli virologi terkemuka di India, mengatakan sampai sekarang tidak ada bukti kuat bahwa varian Delta plus ini lebih menular.
Sementara itu dilansir dari Times of India, terapi monoklonal yang sedang digunakan untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 ringan, sedang dan berisiko menderita parah disebut tak ampuh melawan varian Delta plus.
Antibodi monoklonal adalah klon dari antibodi yang menargetkan satu antigen spesifik. Antibodi ini dibuat secara artifisial di laboratorium dan mengikat protein lonjakan virus SARS-CoV-2 dengan cara menghalangi masuknya sel-sel sehat serta melindungi tubuh dari hal yang sama.
Varian Delta plus dan gelombang ketiga pandemi
Saat ini, gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19 di India telah dikaitkan dengan varian Delta. Kini, jumlah kasus virus corona pun terus menurun, tapi kasus varian Delta plus telah ditemukan di Ratnagiri dan Jalgaon di Maharashtra, Palakkad dan Pathanamthitta di Kerala, dan di Bhopal dan Shivpuri di Madhya Pradesh.
Para ahli kesehatan pun telah mengatasi kekhawatiran dan ketakutannya bahwa varian baru ini bisa memicu gelombang ketiga pandemi virus corona Covid-19. Meskipun masih banyak spekulasi mengenai varian Delta plus, negara bagian Maharashtra telah melaporkan sebagian besar kasus varian tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan