Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Heboh Isu Stok Tabung Oksigen Menipis, Ini Jawaban Menkes
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa stok tabung oksigen medis di Indonesia untuk mengatasi lonjakan pandemi Covid-19 masih cukup secara nasional. Budi mengatakan selama ini perusahaan oksigen sudah berkomitmen mengerahkan semua produksi oksigennya untuk penanganan Covid-19, jatah oksigen untuk industri mulai dikurangi.
Sebelumnya perusahaan oksigen lokal ini memproduksi oksigen untuk industri 75 persen, dan hanya 25 persen yang untuk oksigen medis. "Kami bisa sampaikan disini oksigen yang ada itu cukup. Kami sudah mendapatkan komitmen dari supplier ini bahwa mereka bisa mengalihkan oksigen buat industri ke oksigen medis," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Jumat (25/6/2021).
"Jadi ada satu perusahaan oksigen lokal yang memproduksi hampir 90 persen untuk rumah sakit," tegasnya. Terkait masalah kelangkaan oksigen medis di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta beberapa hari lalu, Budi menyebut hal itu disebabkan karena pabriknya mengalami masalah mati listrik.
"Karena aliran listrik terganggu sebentar, mesinnya butuh waktu untuk startup kembali," jelasnya. Selanjutnya, dia meminta PLN untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Namun, jika terulang kembali, Budi menyebut pabrik perusahaan oksigen di daerah lain akan siap membantu.
"Kita juga sudah berdiskusi dengan produsen oksigen ini kalau ada sesuatu yang terjadi di Jateng karena pabriknya cuma satu, kita bisa langsung mengisi dengan truk yang dari Jabar atau Jatim, ini besar dan tersedia juga jumlahnya cukup," ungkap Budi.
Proses pengawalan distribusinya nanti juga sudah dijamin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Terkait permintaan penambahan tabung oksigen oleh beberapa rumah sakit, Budi merasa hal itu tidak perlu, sebab periode untuk isi ulangnya akan dipercepat.
"Nah isunya adalah banyak yang minta tabungnya supaya tidak sering ganti itu pengen nambah 4, sebetulnya gak perlu, karena toh logistiknya bagus, gak perlu, tabungnya gak usah dibikin jadi 4 atau 8, tapi pengisiannya harus lebih sering," pungkas Budi.
Kementerian Kesehatan juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mendorong produsen tabung oksigen medis agar memperbanyak produksi untuk antisipasi lonjakan Covid-19.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan