Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dihantam Gelombang Panas, Kerang di Pantai Jadi Matang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gelombang panas di Pacific Northwest semakin menjadi-jadi. Menyadur Daily Mail Senin (05/07) suhunya naik hingga 121 derajat Fahrenheit pada minggu lalu.
Selain menyebabkan pemadaman listrik dan kematian mendadak, fenomena ini juga membuat kerang-kerang di pantai Negara Bagian Washington matang karena kepanasan.
Hama Hama Oyster, sebuah peternakan kerang membagikan gambar ke media sosial yang berisi kerang-kerang terbuka dalam kondisi mati yang dipanggang oleh gelombang panas.
"Mereka [kerang] terlihat seperti baru saja dimasak, seperti siap untuk dimakan," jelas Lissa Monberg, Direktur Pemasaran Hama Hama Company.
Gelombang panas mencengkeram bagian Kanada, Oregon dan Washington, di mana suhu melampaui rekor 121 derajat serta menerjang Northern Great Basin, Northern Idaho and dan bagian barat laut Nevada dan California utara.
Fenomena ini tak hanya membunuh ratusan orang tapi juga membantai kehidupan laut. "Terry King, peneliti ikan dan kerang, menyebutnya kebakaran hutan," kata Monberg pada DailyMail.
"Untuk kebakaran hutan di California harus ada banyak elemen yang selaras, dan faktor yang sama muncul pada akhir pekan lalu. Silakan pilih politisi yang cukup berani untuk mengatasi perubahan iklim."
Monberg mengatakan perusahaannya mengalami sejumlah kematian massal di peternakan ikan dan kerang mereka selama 15 tahun terakhir yang terkait dengan perubahan iklim.
"Kami mengalami tahun-tahun kekeringan dan badai musim dingin besar yang telah menutupi 10 hektar pertanian terbaik kami dalam semalam."
Larry O'Neill, profesor di Oregon State University, mengatakan perubahan iklim di Pacific Northwest lebih cepat dari prediksi mana pun.
"Kami pikir sekitar pertengahan abad ini. Tapi kita melihatnya sekarang."
Nicholas Bond, peneliti di University of Washington dan ahli iklim negara bagian Washington, juga mengatakan hal yang sama. Seperti O'Neill, Bond mengira hal ekstrem itu akan terjadi di masa depan yang masih jauh dari pandangan saat ini.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan