Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
2.500 Orang Korban Vaksin Covid-19 Palsu, Disuntik Air Garam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 2.000 orang di India menjadi korban vaksin Covid-19 palsu dimana mereka disuntik dengan campuran air garam. Polisi menangkap 14 orang yang diduga terlibat kasus tersebut.
Menyadur CBS News Kamis (8/7/202021), setidaknya 2.000 orang di ibukota Mumbai dan 500 orang di negara bagian Bengal diduga menjadi korban vaksin Covid-19 palsu.
Pihak berwenang mengatakan, ribuan warga tersebut menghadiri setidaknya 12 tempat vaksinasi massal yang diadakan pada bulan Mei dan Juni. Pihak berwenang India telah menangkap 14 orang dan menutup sebuah rumah sakit swasta yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Polisi mengatakan mereka tidak mengundang otoritas kesehatan ketika mereka meluncurkan program vaksinasi masal tersebut. Para pelaku juga dituduh mengisi botol kosong vaksin dengan larutan garam dan menyuntikannya kepada siapa saja yang datang.
Kasus tersebut pertama kali diselidiki oleh pihak berwenang saat menerima aduan dari warga jika mereka tidak mendapatkan sertifikat setelah mendatangi tempat vaksin tersebut.
Kecurigaan semakin terasa setelah warga juga melaporkan jika mereka tidak merasakan adanya efek samping setelah mereka disuntik. Polisi telah menangkap 14 orang, termasuk beberapa dokter, atas penipuan, konspirasi kriminal dan tuduhan lainnya.
Polisi juga menyegel Rumah Sakit Shivam di Mumbai dan menangkap pemiliknya, Dokter Shivraj Pataria dan istrinya Neeta Pataria, atas dugaan peran mereka dalam penipuan vaksinasi.
Rumah sakit itu adalah pusat vaksinasi Covid-19 resmi, tetapi tidak memiliki izin untuk mengadakan kamp vaksinasi massal. Mereka diduga mengisi botol vaksin bekas yang seharusnya sudah dimusnahkan.
"Banyak [dari] terdakwa telah mengaku bahwa mereka menggunakan air garam," jelas Vishwas Nangre Patil, komisaris gabungan polisi Mumbai.
Patil juga menjelaskan bahwa pihaknya dapat menangkap lebih banyak orang yang terlibat kasus tersebut karena penyelidikan masih berlangsung.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5889 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan