Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Jembrana Kabupaten Pertama di Bali Bagikan Bansos
PPKM Darurat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada sejumlah pedagang kecil terdampak selama masa penerapan PPKM darurat.
Jembrana merupakan kabupaten pertama di Bali yang menyerahkan bantuan sosial atau bansos berupa beras kepada masyarakatnya. Bantuan itu bersumber dari penyisiran dan recofusing anggaran APBD tahun 2021.
Bantuan dibagikan secara simbolis di masing masing kecamatan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, pada Kamis (15/7/2021).
Masing masing penerima diberikan beras premium dengan berat 15 kg. Selanjutnya, usai penyerahan simbolis itu bantuan akan diserahkan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di desa masing-masing. Menurut Bupati, bantuan itu untuk meringankan sektor terdampak akibat sejumlah pembatasan dimasa PPKM darurat.
"Bantuan ini murni kemanusiaan tidak ada kepentingan apapun. Kita sadari, akibat pandemi begitu banyak masyarakat kita terdampak," kata Tamba.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bantuan diberikan secara selektif setelah ada pendataan terlebih dahulu. Untuk tahap awal ada 500 paket dibagikan tersebar di lima kecamatan. Penerima difokuskan bagi mereka yang belum menerima bantuan pemerintah lain sebelumnya.
Sebelum bantuan turun, verifikasi untuk menentukan warga yang berhak atas bantuan juga dilakukan oleh OPD terkait. Verifikasi juga diperlukan untuk menyesuaikan jumlah sasaran bantuan terhadap kemampuan anggaran daerah.
"Kita maunya semua dapat bantuan. Tapi tidak bisa, harus selektif, karena anggaran pemerintah terbatas. Tapi kita akan berusaha membantu lainnya. Nanti kita sisir anggaran lagi. Saya dengar bantuan serupa dari pemerintah pusat juga akan turun, jadi bisa dialokasikan kepada lainnya," terang Tamba.
Selain itu, Bupati Tamba juga mengajak pengusaha sukses Jembrana untuk bergotong royong, saling membantu di masa Pandemi. Bentuk gotong royong itu dengan menyisihkan rejeki untuk kegiatan CSR.
"Saat ini belum semuanya bisa dapat, karena ada aturan dari sisi anggaran juga. Tapi saat ini kami sedang menampung CSR pengusaha maju yang selama ini memiliki usaha di Jembrana. Mudah- mudahan bisa terketuk untuk saling berbagi, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dibantu," tandasnya.
Sementara, perwakilan pedagang Gusti Putu Widyasari asal Desa Dangintukadaya Jembrana, menuturkan keadaannya sejak kebijakan pusat menerapkan PPKM darurat.
Kesehariannya sebagai pedagang sayur, merasa terdampak dengan diberlakukannya sejumlah kebijakan di Masa PPKM Darurat. Terutama karena adanya aturan pembatasan waktu berjualan sehingga hasil jualannya ikut berkurang.
"Tityang matur suksma atas bantuan ini. Karena kondisi kami begini, pendapatan juga berkurang. Mudah-mudahan semuanya bisa mendapat bantuan," ucap Gusti.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun