Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Petani di Tabanan Terpaksa Beli Pupuk Sendiri
Jatah Pupuk Subsidi Berkurang
BERITABALI.COM, TABANAN.
Meski memiliki jargon lumbung padi Bali, petani Tabanan tak putus ditimpa kemalangan. Selain harga jual padi yang kerap dimainkan tengkulak, kini petani harus menerima jatah pupuk subsidi pemerintah dipotong.
Jika sebelumnya Petani bisa mendapatkan jatah 2 kilogram pupuk jenis urea untuk satu are, kini bisa hanya 1 kilogram. Karena kekurangan pupuk, petani terpaksa membeli pupuk non subsidi untuk menutupi kekurangan meski harganya sangat mahal.
Kabid Sarana dan Prasarana Produksi, I Gusti Putu Wiadnyana menjelaskan, pihaknya menyusun elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk bersubsidi berdasarkan kebutuhan setiap kecamatan. Namun, pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memiliki sistem yang berbeda untuk jumlah kebutuhan pupuk di setiap kecamatan.
“Rekomendasi pupuk bersubsidi yang diturunkan pemerintah berbeda-beda setiap kecamatan berdasarkan hasil penelitian kebutuhan yang dibutuhkan,” jelasnya, Minggu (25/7).
Dicontohkan, untuk kebutuhan pupuk di Kecamatan penebel, berbeda dengan di Pupuan atau Selemadeg Barat. Begitu juga dengan kecamatan lain sesuai rekomendasi dari pusat.
Pemakaian pupuk urea, di Penebel dibutuhkan sekitar 125 Kilogram setiap hektar, sementara di wilayah Pupuan dan Selemadeg sekitar 50 Kilogram saja. “Begitupun dengan kecamatan lain, juga berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi pusat,” katanya.
Dengan kondisi ini kata Wiadnyana, petani yang terbiasa menggunakan sesuai takaran yang lama, harus atau terpaksa membeli pupuk non-subsidi meski harganya lebih mahal. Saat ini pihaknya, sedang menyusun e-RDKK pupuk setiap kecamatan, sesuai kebutuhan yang diusulkan petani seperti awal. Harapannya pupuk bersubsidi yang diturunkan pemerintah bisa sesuai kebutuhan awal.
“Namun demikian, jumlah yang diusulkan kemungkinan tidak semuanya dipenuhi pemerintah,” sebutnya.
Sementara itu berdasarkan data alokasi pupuk subsidi untuk Tabanan jumlahnya sama seperti semua, namun ada realokasi berdasarkan kebutuhan setiap kecamatan sesuai rekomendasi pusat. Seperti pupuk urea jumlahnya 7.774 ton, namun jumlah yang diterima petani di tiap kecamatan berbeda.
Ada yang bertambah ada pula yang berkurang. Seperti di Penebel yang sebelumnya mendapatkan jatah 1.115 ton menjadi 1260,85 ton. Begitupun dengan Tabanan, Kerambitan dan Kediri juga mengalami kenaikan.
Sementara kecamatan lain seperti Pupuan berkurang dari sebelumnya 1.113 ton menjadi hanya 907 ton. Begitu juga dengan jenis pupuk lainnya baik itu NPK dan SP36. Sementara kuota untuk pupuk ZA dan organik tetap sama antara usulan semula dengan realokasi.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan