Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bumbu Bali Juga Bisa Dimanfaatkan Jadi Pengawet Makanan

Senin, 2 Agustus 2021, 12:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ilustrasi/ bumbu Bali bisa digunakan sebagai pengawet makanan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Masyarakat Bali didorong untuk konsisten memanfaatkan bumbu Bali sebagai pengawet makanan. Masyarakat Bali diingatkan untuk tidak begitu saja meninggalkan atau beralih menggunakan pengawet kimia buatan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. 

"Bumbu Bali itu mengandung alkaloid, kemudian flavonoid dan fenol yang mampu menghambat mikroba, khususnya jenis jamur Aspergillus Sp. yang dapat menimbulkan keracunan dan berdampak pada potensi penyakit kanker," kata akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, STP., M.Si saat menjadi narasumber pada acara Seminar Agriculture Science Festival Award yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar) secara daring pada Senin (2/8).

Perempuan yang juga merupakan Kaprodi Ilmu Teknologi Pangan  (ITP), Fakultas Pertanian. Unwar ini mengungkapkan bahwa pada dasarnya bumbu Bali mengandung senyawa bioaktif, sehingga dapat berfungsi sebagai pangan fungsional. 

Peran lainnya yaitu dapat berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme dalam tubuh. Guna memudahkan dan mempercepat pengolahan maka diperlukan bentuk olahan yang cepat saji. Apalagi saat ini sudah diperjualbelikan secara eceran dan bentuk kemasan yang menarik. 

“Dapat pula dalam bentuk kering dalam bentuk bubuk dengan kemasan sachet atau botol kemasan,” ungkap Ayu Suardani. 

Ayu Suardani berharap pemerintah mengimplementasikan berbagai strategi dalam upaya mendorong masyarakat kembali mengonsumsi produk pangan tradisional yang memanfaatkan bumbu tradisional lokal dengan cara memberi dukungan pada UMKM produk pangan tradisional. 

Langkah sosialisasi juga penting agar tumbuh kesadaran bahwa mengkonsumsi pangan tradisional penting dalam mempertahankan kearifan lokal. Apalagi pangan tradisional mudah dijangkau dan harga relatif lebih murah.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami