Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Peternak di Jembrana Padukan Ayam dan Budidaya Maggot
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pandemi covid-19 tidak menyurutkan niat seseorang untuk berusaha bertahan hidup. Mereka tetap berusaha di masa pandemi ini dan optimistis akan ada jalan agar bisa mendapatkan uang.
Seperti yang dilakukan seorang pengusaha kuliner di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana yang pindah haluan menjadi Peternak ayam petelur.
Pengusaha kuliner di Kabupaten Jembrana bernama Cipto ini, kini merambah usaha peternakan ayam petelur tempatnya di belakang rumah makannya.
Peternakan ayam petelur yang dilakukan sejak empat bulan terakhir ini, menggunakan cara budidaya maggot untuk mengatasi masalah pencemaran udara.
“Masalah utama peternak ayam petelur adalah pencemaran yaitu udara. Maka dengan memadukan ternak maggot, diharapkan bisa mengurangi pencemaran pada udara. Selain bisa menghilangkan bau dari kotoran ayam, manggot juga bisa menjadi makanan ayam yang berprotein tinggi. Sederhananya, maggot memakan kotoran ayam dan maggotnya juga bisa untuk makanan ayam,” ungkapnya.
Adanya ide cemerlang dari Cipto ini membuat keinginan tahuan wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna. Dengan meluangkan waktunya Wakil Bupati Patriana Krisna melihat langsung peternakan ayam petelur milik Cipto yang berada di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara Jembrana Senin (16/08/2021).
Usai melihat peternakan ayam petelur dan peternak maggot, Patriana Krisna mengungkapkan, ide kreatif seperti ini yang patut ditiru dan dikembangkan bagi para peternak ayam di Jembrana.
“Kalau semua pengusaha peternakan ayam petelur menggunakan cara ini, tidak akan ada lagi keluhan bau dari warga sekitar,” tegasnya.
Dengan memadukan peternakan ayam dan peternakan maggot, sangat menguntungkan bagi peternak. Ayam petelur mendapat makanan dan manggot bisa dijadikan makanan ayam. Keuntungan lainnya, peternakan ayam tidak bau. Karena selama ini, salah satu masalah yang ditimbulkan adalah keluhan bau dari peternakan yang bisa menyebar ke lingkungan sekitar.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3833 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1496 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1474 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1425 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1387 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun