Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Istri Belum Kirim Uang, Ayah Siksa dan Sekap Putrinya
BERITABALI.COM, NTB.
AS (33 tahun) warga Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB diamankan oleh Satuan Reskrim Polresta Mataram.
Pasalnya, AS diduga menyiksa dan menyekap putri kandungnya sendiri yang berusia 8 tahun lantaran istrinya yang bekerja sebagai TKW di Arab Saudi, belum mengirimkan mereka uang. Korban SA berusia 8 tahun kerap disiksa.
Bahkan AS juga menyekapnya di dalam kamar. Terakhir, AS menampar korban saat mengaji di Kelurahan Cakra Utara, Kota Mataram, Rabu (22/9). Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polresta Mataram oleh nenek korban, Saitun.
Dalam laporan tersebut diuraikan, sekitar pukul pukul 20.00 WITA di tempat korban mengaji, terlapor datang dan memanggilnya putrinya tersebut.
Terlapor AS meminta korban pulang. Karena masih mengaji, korban belum mau pulang. Diduga kesal, terlapor menampar pipi kiri dan kanan korban masing-masing satu kali.
Selanjutnya, terlapor membawa pulang anaknya ke rumah. Setiba di rumah, terlapor kembali memukul korban menggunakan sabuk celana. Akibatnya korban mengalami luka-luka di bagian badannya.
Saitun, nenek korban yang melaporkan penganiayaan itu mengungkap, menantunya itu sering menyiksa dan mengurung anaknya di dalam kamar jika istrinya belum kirim uang.
"Istrinya sudah mau 2 tahun menjadi TKW di Arab Saudi. Dia begini terus kalau belum kirim uang. Dia siksa anaknya dia kurung di dalam kamar," ungkapnya.
Istrinya sudah beberapa kali mengirim uang kepada AS. Bahkan sudah dibelikan motor dan HP.
"Saya tak terima, dia sekap dan pukuli anaknya. Dari tadi malam saja belum dikasih makan dan gak dikasih ke luar rumah. Dikunci rumahnya," terangnya.
Ia yang mendapat kabar cucunya sedang dikurung lantas pergi ke tempat tinggal AS. Namun saat itu rumahnya dalam keadaan terkunci dari dalam.
"Saya bisa ketemu dengan cucu saya, saya dobrak pintunya. Anak-anaknya ini biasanya dengan saya," aku Saitun.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menerangkan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan visum terhadap korban.
"Setelah visum, kami lakukan upaya jemput paksa terlapor di rumahnya, Kamis (23/9). Dia diamankan tanpa perlawanan," ungkap Kasat Reskrim Kadek Adi, Sabtu (25/9).
Dari hasil interogasi awal, terlapor mengaku kesal sehingga ia memukul anaknya mengunakan ikat pinggang. "Saat ini terlapor sudah diamankan di Polres untuk diproses lebih lanjut," tandas Kadek Adi.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun