Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Pria Ini Akhirnya Dioperasi Gegara Telan Ponsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria hidup selama enam bulan dengan kondisi sebuah Ponsel di dalam perutnya. Dia diketahui menelan sebuah ponsel enam bulan lalu. Selama itu dia tetap hidup seperti biasa hanya saja tidak buang air besar selama 6 bulan.
Seorang pria di mesir ini harus menjalani operasi darurat agar ponsel yang ditelannya enam bulan lalu dapat dikeluarkan.
Pertama kalinya di Mesir, para dokter di Rumah Sakit Universitas Aswan di kota Aswan melakukan operasi untuk mengeluarkan ponsel kecil yang telah berada di dalam usus seorang pria selama setengah tahun.
Pasien, seorang narapidana bernama Mohamed Ismail Mohamed, dibawa ke ruang gawat darurat dengan sakit perut yang parah, dan CT scan mengungkapkan bahwa ada benda asing di ususnya.
Pria itu bersiap untuk operasi, dan dokter berhasil mengeluarkan benda yang ternyata adalah ponsel kecil yang dibungkus kertas timah plastik.
Dokter tidak melepas film plastik yang melindungi telepon sampai polisi tiba, tetapi jelas apa yang ada di dalam lapisan plastik pelindung itu.
Pasien, yang dilaporkan kondisinya telah stabil dan makan secara normal, membenarkan bahwa dia telah menelan telepon genggam enam bulan sebelumnya, seperti yang dia lakukan di masa lalu, hanya saja kali ini tidak pernah keluar dari tubuhnya.
Mohamed mengatakan kepada dokter bahwa dia telah menelan ponsel kecil itu sebelumnya, untuk menghindari menyerahkannya kepada penjaga jika ada penggeledahan, tetapi selalu mengeluarkannya sebelumnya.
Dia menggunakannya untuk berbicara dengan orang di luar, lalu dia menelannya lagi.
Hanya saja kali ini, dia tidak buang air besar selama setengah tahun, tetapi tidak terlalu, mengkhawatirkannya, malah makan dan minum secara normal.
Pria itu mengatakan bahwa dia tidak pernah merasa kembung atau sembelit, tetapi suatu hari dia mulai mengalami sakit perut yang parah, dan saat itulah dia dibawa ke rumah sakit.
Dokter mengatakan bahwa dia menunjukkan peradangan dan infeksi usus yang parah, tetapi keadaannya bisa jauh lebih buruk jika telepon tidak dibungkus dengan kertas plastik.
“Kehadiran ponsel di perut bisa menyebabkan obstruksi usus atau kembung, dan kami bisa saja harus mengeluarkan sebagian dari usus, tapi untungnya ini tidak terjadi,” salah satu dokter yang mengoperasi Mohamed mengatakan kepada Sky News Arabia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1134 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun