Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Seorang Pria Sengaja Racuni Tubuhnya dengan Bisa Ular

Rabu, 27 Oktober 2021, 12:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Seorang Pria Sengaja Racuni Tubuhnya dengan Bisa Ular

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang pria di London memiliki kabiasaan yang cukup aneh yaitu sengaja meracuni tubuhnya sendiri dengan bisa ular dan ia mengaku sangat menikmatinya.

Warga London kelahiran Amerika Steve Ludwin, 55, mengatakan dia telah melakukannya lebih dari 1.500 kali sejak tahun 1988.

Ini bukan semata-mata untuk kesenangan, dia melakukannya dengan harapan menemukan obat untuk gigitan ular berbisa di bagian dunia yang lebih miskin.

“Perusahaan farmasi besar tidak peduli dengan Afrika dan Asia,” katanya.

Dia memperkirakan sekitar 155.000 orang di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia - meninggal setiap tahun karena gigitan ular dan setengah juta lainnya digigit dan kehilangan anggota tubuh mereka. Sungguh menakutkan.

“Racun ular akan menyebabkan Anda berdarah dari gigi dan mata. Itu akan mengubahmu menjadi zombie,” katanya.

Ludwin mulai menyuntikkan racun ular pada akhir 1988 untuk melihat apakah itu mungkin setelah dia bertemu seseorang yang telah melakukannya sejak 1948.

Pada puncak hobinya Steve memiliki 33 ular berbisa termasuk kobra dan ular derik, yang tinggal di salah satu ruangan rumahnya di Highbury.

Kecintaannya meningkat setelah menemukan pekerjaan di Walthamstow, sebuah perusahaan yang menjual hewan ke kebun binatang dan laboratorium.

Steve tidak menyuntikkan racun langsung ke pembuluh darah, yang dibutuhkan hanya masuk ke bawah kulit. Dan dia memiliki banyak metode untuk melakukan ini.

"Racun tak perlu masuk ke aliran darah seperti yang dipikirkan orang. Itu berjalan di anggota badan serta aliran darah."

"Kobra, mamba, dan semua ular neurotoksik yang sangat berbahaya lainnya memiliki taring depan yang sangat kecil yang pada dasarnya mereka menggaruk Anda."

"[Saya] suka racun yang membusuk lengan Anda dan memakan kaki Anda. Neurotoksin jauh 'bersih' dan tidak menyebabkan kerusakan jaringan atau menghancurkan sel darah merah."

Bagi Steve, ular derik dan ular pohon adalah barang pengumpul karena racunnya bersifat hemotoksik, artinya mereka menargetkan tubuh dan bukan otak (neurotoksik, yang melumpuhkan otot).(sumber: suara.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami