Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Seorang Pria Sengaja Racuni Tubuhnya dengan Bisa Ular
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di London memiliki kabiasaan yang cukup aneh yaitu sengaja meracuni tubuhnya sendiri dengan bisa ular dan ia mengaku sangat menikmatinya.
Warga London kelahiran Amerika Steve Ludwin, 55, mengatakan dia telah melakukannya lebih dari 1.500 kali sejak tahun 1988.
Ini bukan semata-mata untuk kesenangan, dia melakukannya dengan harapan menemukan obat untuk gigitan ular berbisa di bagian dunia yang lebih miskin.
“Perusahaan farmasi besar tidak peduli dengan Afrika dan Asia,” katanya.
Dia memperkirakan sekitar 155.000 orang di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia - meninggal setiap tahun karena gigitan ular dan setengah juta lainnya digigit dan kehilangan anggota tubuh mereka. Sungguh menakutkan.
“Racun ular akan menyebabkan Anda berdarah dari gigi dan mata. Itu akan mengubahmu menjadi zombie,” katanya.
Ludwin mulai menyuntikkan racun ular pada akhir 1988 untuk melihat apakah itu mungkin setelah dia bertemu seseorang yang telah melakukannya sejak 1948.
Pada puncak hobinya Steve memiliki 33 ular berbisa termasuk kobra dan ular derik, yang tinggal di salah satu ruangan rumahnya di Highbury.
Kecintaannya meningkat setelah menemukan pekerjaan di Walthamstow, sebuah perusahaan yang menjual hewan ke kebun binatang dan laboratorium.
Steve tidak menyuntikkan racun langsung ke pembuluh darah, yang dibutuhkan hanya masuk ke bawah kulit. Dan dia memiliki banyak metode untuk melakukan ini.
"Racun tak perlu masuk ke aliran darah seperti yang dipikirkan orang. Itu berjalan di anggota badan serta aliran darah."
"Kobra, mamba, dan semua ular neurotoksik yang sangat berbahaya lainnya memiliki taring depan yang sangat kecil yang pada dasarnya mereka menggaruk Anda."
"[Saya] suka racun yang membusuk lengan Anda dan memakan kaki Anda. Neurotoksin jauh 'bersih' dan tidak menyebabkan kerusakan jaringan atau menghancurkan sel darah merah."
Bagi Steve, ular derik dan ular pohon adalah barang pengumpul karena racunnya bersifat hemotoksik, artinya mereka menargetkan tubuh dan bukan otak (neurotoksik, yang melumpuhkan otot).(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3688 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1241 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1204 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun