Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
4 Pekerja Tewas Setelah Gedung 22 Lantai Ambruk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya empat orang tewas dan ratusan lainnya hilang setelah gedung pencakar langit 22 lantai di Nigeria runtuh pada Selasa (2/11/2021).
Gedung yang runtuh tersebut terletak di di kawasan kelas atas kota Lagos, Nigeria.
Akibat kecelakaan tersebut, 100 orang dilaporkan terjebak di reruntuhan gedung yang ambruk sekitar pukul 13.30 waktu setempat.
Petugas penyelamat mengatakan banyak pekerja yang terperangkap di dalam gedung tersebut, namun tidak dapat memastikan jumlah orang yang terperangkap.
Di dekat lokasi kejadian, tentara bertugas menahan kerumunan warga yang menonton operasi penyelamatan para korban.
Lusinan warga yang geram karena runtuhnya gedung tersebut berkumpul di sekitar lokasi. Banyak yang menangis dan menyuarakan rasa frustrasi mereka atas lambatnya upaya penyelamatan.
Komisaris Polisi Negara Bagian Lagos Hakeem Olusegun Odumosu mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan penyebab keruntuhan gedung tersebut.
"Banyak pekerja terjebak di bawah reruntuhan," kata Femi Oke-Osanyintolu, manajer umum badan manajemen darurat Negara Bagian Lagos.
Wisdom John, seorang pekerja di gedung tersebut mengatakan dia lolos dari kecelakaan tersebut karena sedang berada di lantai dasar.
"Ada lebih dari 50 yang bekerja hari ini dan ada manajer juga. Kami baru saja kehilangan banyak pekerja," kata pria 28 tersebut.
Daerah Ikoyi adalah salah satu distrik perumahan dan bisnis kelas atas di Lagos, kota komersial berpenduduk padat di Nigeria.
Eric Tetteh, seorang pekerja konstruksi gedung tersebut mengatakan bahwa dia dan saudaranya berhasil melarikan diri.
Tapi dia memperkirakan bahwa lebih dari 100 orang berada di dalam gedung pada saat runtuh hingga menjadi tumpukan puing-puing.
Empat pekerja konstruksi lainnya di lokasi itu mengatakan puluhan rekan mereka berada di dalam ketika bangunan itu runtuh.
"Sepertinya ada 40 orang di dalam, saya melihat 10 mayat karena saya memanjat," kata Peter Ajagbe (26), salah satu pekerja lokal di lokasi.
"Salah satu partnerku sudah meninggal," sambungnya.
Taiwo Sule, seorang pekerja lain, mengatakan dia telah melihat lima mayat di atas gedung yang runtuh. Dia sempat mencoba untuk menyelamatkannya namun terlambat.
Kasus runtuhnya bangunan sering terjadi di Lagos dan negara bagian di negara terpadar di benua Afrika tersebut.
Banyak penyebab runtuhnya gedung, namun paling sering terjadi karena penggunaan bahan di bawah standar, kelalaian, dan pelanggaran peraturan konstruksi.
Pada tahun 2014, lebih dari 100 orang, sebagian besar orang Afrika Selatan, tewas ketika sebuah gereja runtuh di Lagos.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan