Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Dokter Sarankan Untuk Mengganti Popok Bayi Setiap 4 Jam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebanyakan para ibu akan mengganti popok anak ketika si kecil buang air besar, atau ketika popok sudah tampak penuh. Padahal, dokter menyarankan popok anak diganti setiap 4 jam sekali.
Inilah yang disarankan oleh dr. Citra Amelinda, SpA, MKes IBCLC, yaitu mengganti popok anak maksimal setiap empat jam meski popoknya kering karena ia belum buang air kecil.
"Terutama kalau anaknya sedang banyak bergerak jadi berkeringat, ditambah lagi kita tinggal di negara tropis yang panas," kata dr. Citra dalam sebuah webinar.
Jika popok tidak diganti secara rutin, dikhawatirkan si kecil akan mengalami iritasi kulit seperti ruam popok. Terlebih, kebanyakan bayi punya kulit sensitif.
Ruam popok umumnya bisa sembuh sendiri dalam kurun waktu tiga hari. Ruam popok muncul karena area kulit di sekitar popok dalam keadaan basah.
Menurut dr. Citra, kebanyakan bayi memang memiliki kulit yang sensitif sehingga rentan mengalami iritasi dan masalah kulit lainnya, termasuk ruam.
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan sering terjadi, sehingga orang tua perlu melakukan deteksi dini untuk mencari tahu apa penyebab ruam pada anak mereka dan mencari solusinya.
“Berbeda dengan orang dewasa, kulit bayi jauh lebih tipis, lebih mudah kehilangan kelembapannya dan lebih rentan teriritasi sehingga sering muncul ruam," jelasnya.
Ada banyak faktor yang mencetuskan iritasi, mulai dari keringat yang menyumbat pori-pori, jenis detergen atau bahan baju, hingga jenis popok. Selain iritasi, penyebab ruam tersering adalah alergi protein susu sapi.
"Bentuk khasnya berupa ruam merah bulat di kedua pipi si kecil,” ujar dr. Citra.
Agar kulit bayi terawat sehingga si kecil bisa merasa nyaman sepanjang waktu, sebaiknya orangtua menjaga kelembapan kulit bayi dengan optimal. Hindari kulit kering atau zat yang mudah mengiritasi kulit seperti parfum atau deterjen, serta jauhkan dari alergen seperti debu atau bulu.
“Untuk mencegah ruam pada bayi, sebaiknya gunakan pelembab kulit dengan bahan yang aman untuk bayi, seperti petroleum jelly atau pelembab kulit yang mengandung ceramides," katanya.
Selain itu, biasakan mandikan anak dengan air suam kuku dan gunakan sabun, sampo, bahkan deterjen yang lembut dan tidak mengandung pewangi.
Jangan ragu untuk periksakan kondisi si kecil lebih lanjut ke dokter apabila ruam disertai nanah, kulit melepuh atau si kecil tampak sangat tidak nyaman terus menerus.
Saat ini, dokter sudah tidak lagi menyarankan penggunaan bedak tabur untuk bayi karena dapat menyebabkan iritasi saluran napas bayi. Sebaiknya gunakanlah bedak yang bertekstur cair untuk mengurangi iritasi gatal akibat biang keringat.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan