Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
4 Langkah Mengatasi Depresi Pada Remaja
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Depresi pada remaja merupakan masalah kejiwaan yang perlu menjadi perhatian orangtua.
Tekanan dari teman sebaya, perasaan rendah diri, hingga masalah keluarga bisa menjadi penyebab remaja mengalami depresi, yang bisa berujung gangguan jiwa.
Untuk itu, orangtua wajib mengetahui langkah-langkah penanganan depresi pada remaja. Dikutip dari Healthline, berikut caranya:
1. Biarkan remaja beraktivitas
Membiarkan anak aktif dan ikut terlibat dalam urusan rumah dan memberikan tanggungjawab dapat membantunya merasa didukung. Tapi tetaplah mengerti bahwa ia juga membutuhkan waktu untuk sendiri saat tidak ingin diganggu.
Ingatlah bahwa depresi merupakan gangguan jiwa. Depresi dapat menguras energinya dan dapat membuatnya enggan untuk melakukan banyak hal. Mereka mungkin akan mengalami beberapa hal seperti sulit konsentrasi terhadap suatu hal, bergerak lebih lambat dari biasanya dan merasa frustasi serta terlalu mengkritik dirinya pada saat membuat kesalahan.
Cobalah untuk tidak menambah bebannya mengenai tugas sekolah dengan mengatakan “deadline tugas sekolah sebentar lagi” atau “bukannya kamu perlu belajar untuk ujianmu?”.
Sebagai gantinya, Anda dapat menolongnya dengan memecahkan fokus masalah yang sedang ia pikirkan, pergi ke tempat perpustakan, atau ajak bicara.
2. Mengubah gaya hidup
Gaya hidup yang berubah bisa memberikan banyak dampak kepada remaja. Memperbanyak aktivitas fisik, makanan bernutrisi, hingga kualitas tidur yang lebih baik membantu mengatasi depresi.
Kebiasaan baru lainnya yang dapat ditambah adalah meningkatkan waktu bersama keluarga. Ini membantu remaja berkoneksi dengan lingkungan sekitarnya. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain:
- Bincang–bincang bersama keluarga setelah makan malam
- Masak makanan bersama keluarga
- Perhatikan jam tidurnya, bagi remaja sebaiknya tidur selama 8 hingga 10 jam.
3. Berikan dukungan
Bermain bersama teman dekat dapat membantunya kembali terhubung secara sosial. Longgarkan sedikit aturan–aturan yang Anda buat mengenai bagaimana ia bermain bersama teman–teman.
Hal tersebut akan mendorongnya untuk mencoba aktivitas atau hobi seperti belajar gitar, kelas seni, atau olahraga.
4. Jangan Mengkritik atau Menghukumnya
Depresi bukanlah jalan untuk membebaskan perilaku buruk, tapi orangtua harus ingat untuk memisahkan efek depresi dari kesalahan yang sebenarnya.
Menyita handphone dan membatasi interaksi dengan teman mungkin bukanlah hal yang membuat ia melakukan hal buruk. Lebih baik jika Anda menggantinya dengan:
- Beritahu padanya bahwa Anda mengetahui bahwa ia sedang berjuang akan suatu hal, sebagai gantinya ia bisa belajar bersama teman, bermain games, atau pergi keluar bersama.
- Bekerja bersama mungkin akan membantu Anda menemukan solusi. Anda mungkin bisa berkata "Aku tau bahwa sulit untuk mengerjakan PR di saat kamu seperti ini. apa yang dapat membantu Anda untuk menyelesaikan ini sekarang?"
- Ingatkan padanya bahwa Anda menyayangi dan mendukung mereka apapun yang terjadi.
(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan