Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pria Ini Terekam Curi dan Mengendus Bra di Jemuran
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria terekam tengah mencuri pakaian dalam perempuan yang menggantung di jemuran. Hal ini diunggah oleh akun @memomedsos pada Rabu (24/11/2021).
"Seorang pria terekam kamera handphone saat melancarkan aksinya maling kutang yang bergelantung di tali jemuran," tulis akun tersebut.
Pada video yang direkam oleh perekam dari jendela dalam rumah itu memperlihatkan seorang pria dengan pakaian hitam hingga menutupi kepala.
Pria itu terlihat melihat situasi dan diam-diam mengambil sebuah bra yang tengah dijemur. Tak hanya itu, pria dengan sepatu boot itu juga mencium bra yang telah ia ambil.
"Video maling kutang tersebut viral di media sosial dan diduga terjadi di Perumahan Pesona, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur," imbuhnya.
Video yang viral tersebut tentu mengundang berbagai respons dari warganet.
"Fetish seksual tuh kalau kayak begitu," komentar warganet.
"Makin kesini makin aneh saja ya fetish orang-orang ini," imbuh warganet lain.
"Harus diteriakin dilaporin yang kayak begini," tambah warganet.
"Punyaku dulu juga celana dalam diambilin tukang sate. Kalau ingat jijik," timpal warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun