Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Bendera Bintang Kejora Papua Barat Berkibar di Australia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setiap tanggal 1 Desember, bendera Bintang Kejora yang melambangkan kemerdekaan Papua Barat selalu berkibar di kota-kota seluruh Australia.
Tak hanya itu, bendera Bintang Kejora juga dikibarkan di sejumlah negara, termasuk di Prancis.
Sekelompok imigran dan pengungsi dari Papua Barat dan para pendukungnya selalu mengibarkan bendera Bintang Kejora setiap tanggal 1 Desember.
Pada 2021, adalah tahun ke-60 tahun pengibaran bendera Bintang Kejora yang dimulai pada tahun 1961, saat mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat.
Salah satunya di Canbera, tempat Ronny Kareni, Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat perwakilan Australia.
"Ini membawa air mata kebahagiaan bagi saya karena banyak orang Papua yang hidup, mereka yang telah mendahului saya, telah menumpahkan darah atau menghabiskan waktu di penjara, atau meninggal hanya karena mengibarkan bendera Bintang Kejora," jelas Kareni.
Asia Pacific Report melaporkan, bendera Bintang Kejora juga dikibarkan di Auckland, Aotearoa Selandia Baru, hingga di Paris Prancis.
Bahkan Gerakan Perdamaian Aotearoa dan Youngsolwara Pneke mengadakan upacara secara virtual untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora.
"Dan dalam upaya berkelanjutan untuk mendapatkan kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri. Jadi ya, ini adalah hari besar. Dan saya pikir bagi kami yang tinggal di Aotearoa, kami memiliki kesempatan dan hak istimewa untuk dapat mengibarkan bendera tanpa dihukum, saya melihatnya sebagai tanggung jawab untuk menjadi bagian dari itu," jelas dosen Studi Pasifik di Universitas Victoria, Dr Emalani Case kepada NRZ.
Dia mengatakan penting juga untuk merenungkan peran yang dimainkan negara lain dalam sejarah modern Papua Barat yang bermasalah sejak tahun 1960-an.
Kareni juga mengungkapkan kepada SBS News, bahwa memperingati ulang tahun ke-60 Papua Barat merupakan sebuah harapan dan juga semangat.
"Semangat yang berkelanjutan dalam memperjuangkan hak untuk menentukan nasib sendiri dan Papua Barat bebas dari pendudukan brutal Indonesia," sambungnya.
Tindakan tersebut sudah mendapat kritik dan kecaman dari para diplomat Indonesia, termasuk dua tahun lalu ketika bendera Bintang Kejora dikibarkan di Balai Kota Leichhardt Sydney.
Para diplomat Indonesia mengecam aksi tersebut karena khawatir dapat disalahartikan sebagai dukungan dari Pemerintah Australia untuk gerakan separatis.
Tidak ada tanggapan atas pertanyaan tentang peringatan 60 tahun bendera yang diterima SBS News dari KBRI.
"Ini adalah simbol negara merdeka yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi bendera itu sendiri tidak diterima secara khusus dalam wacana politik resmi Indonesia," kata Vedi Hadiz, direktur Asia Institute di Universitas Melbourne.
"Pengibaran bendera merupakan ekspresi dari keluhan yang mereka miliki terhadap Indonesia atas tata kelola, pembangunan ekonomi, dan politik yang telah berlangsung selama 60 tahun terakhir," sambungnya.
Di lain sisi, Vedi Hadiz mengungkapkan pengibaran bendera Bintang Kejora itu merupakan tugas bagi pejabat Indonesia, untuk membuat tandingan bahwa Papua Barat adalah bagian yang sah dari republik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5883 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2584 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan