Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mobil Tentara Tabrak Pendemo Anti-Kudeta, 5 Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Insiden mengerikan menimpa para demonstran anti-kudeta Myanmar pada Minggu (5/12/2021) waktu setempat. Pasukan keamanan yang ada di dalam mobil menabrak demonstran di Yangon, sebagaimana dilaporkan media lokal, Myanmar Now.
Akibat kejadian itu lima orang tewas dan sedikitnya 15 orang ditangkap. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan pada Reuters, puluhan orang luka-luka. Foto dan video di media sosial menunjukkan kendaraan yang menabrak pada pengunjukrasa dan mayat-mayat yang tergeletak di jalan.
Insiden itu tidak menyurutkan demonstrasi lain yang diadakan di Yangon pada Minggu sore. Demonstrasi anti-militer terus berlanjut meskipun lebih dari 1.300 orang tewas sejak kudeta 1 Februari lalu.
Demonstrasi yang tersebar di beberapa wilayah seringkali merupakan kelompok-kelompok kecil yang menyuarakan tentangan terhadap penggulingan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dan kembalinya kekuasaan militer.
Pemerintah oposisi bayangan mengatakan sangat sedih melihat demonstran yang menyampaikan aspirasi secara damai tewas dalam berbagai insiden. “Kami akan menanggapi militer teroris yang secara brutal dan tidak manusiawi membunuh para demonstran yang damai dan tidak bersenjata,” ujar Kementerian Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional dalam sebuah pernyataan di media sosial setelah serangan pada Minggu (5/12).
Dalam insiden itu protes “flash mob” di Yangon – kota terbesar di Myanmar – dihadang beberapa menit setelah dimulai, kata beberapa saksi mata.
“Saya tertabrak kendaraan itu dan jatuh di depan truk. Seorang tentara memukuli saya dengan senapannya, saya membela diri dan mendorongnya ke belakang. Ia langsung menembak saya karena saya melarikan diri dengan pola zig-zag. Untuk saya lolos,” ujar seorang demonstran kepada Reuters melalui telpon. Ia meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Seorang juru bicara pemerintah junta militer yang berkuasa tidak menjawab telpon untuk dimintai pendapat.
Militer telah mengatakan demonstran yang tewas adalah penghasut kekerasan. Dikatakan mereka melakukan kudeta karena pemilu November 2020 yang dimenangkan oleh Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi telah melakukan kecurangan.
Komisi Pemilihan Umum Myanmar telah menyangkal pernyataan ini. Perang dengan kelompok-kelompok pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan yang terpencil di bagian utara dan timur telah meningkat secara signifikan sejak kudeta 1 Februari, memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Aung San Suu Kyi yang berusia 76 tahun menghadapi belasan kasus, termasuk menghasut dan melanggar protokol Covid-19. Hingga saat ini Suu Kyi telah menyangkal semua tuduhan yang disampaikan junta militer itu.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan