Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
3 Kondisi Ini Sering Disangka Tanda-Tanda Keguguran
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bercak adalah hal yang normal terjadi pada tahap awal kehamilan. Selama tiga bulan pertama kehamilan, ibu hamil mungkin akan menemukan noda merah darah saat buang air kecil.
Pendarahan memang tanda keguguran, tetapi tidak dalam semua kasus. Selama kehamilan, aliran darah di dekat serviks meningkat secara signifikan sehingga dapat menyebabkan bercak.
Penyebab lain pendarahan selama kehamilan adalah implan plasenta ke dalam rahim yang merupakan bagian dari kehamilan. Jika Anda mengalami pendarahan hebat, maka itu bisa menjadi tanda keguguran.
Tapi, ada banyak kondisi yang seringkali disalahartikan sebagai tanda-tanda keguguran. Berikut ini dilansir dari Times of India.
1. Kram
Kram juga kondisi yang normal selama kehamilan. Kram biasanya terjadi karena perluasan rahim, yang menyebabkan ligamen dan otot meregang.
Nyeri di perut bagian bawah paling sering dirasakan saat bersin, batuk, atau mengubah posisi. Episode kram menjadi lebih sering pada trimester kedua kehamilan.
2. Tidak mengalami gejala kehamilan lagi
Gejala kehamilan terus berubah dan berfluktuasi seiring bertambahnya usia kehamilan. Terkadang, gejala kehamilan ini akan hilang dengan sendirinya dan muncul kembali setelah beberapa hari.
Anda mungkin mengalami kehilangan gejala kehamilan seperti nyeri payudara, kembung, perubahan suasana hati, dan mengidam makanan.
Tapi, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari hilangnya gejala kehamilan. Bahkan, gejala kehamilan mungkin akan mereda setelah mendekati minggu ke-12 kehamilan.
3. Tes darah hCG rendah
Dokter sering menguji kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) selama kehamilan pada periode waktu tertentu untuk memastikan kehamilan itu sehat atau tidak.
Umumnya, tingkat hCG ini akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Dalam kebanyakan kasus, tingkat hCG meningkat setiap dua atau tiga hari selama trimester pertama kehamilan.
Tingkat hCG rendah juga kadang-kadang dikaitkan dengan kehamilan palsu. Tetapi, tidak perlu panik karena penurunan kadar hormon adalah normal pada awal kehamilan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5851 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4604 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan