Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
3 Kondisi Ini Sering Disangka Tanda-Tanda Keguguran
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bercak adalah hal yang normal terjadi pada tahap awal kehamilan. Selama tiga bulan pertama kehamilan, ibu hamil mungkin akan menemukan noda merah darah saat buang air kecil.
Pendarahan memang tanda keguguran, tetapi tidak dalam semua kasus. Selama kehamilan, aliran darah di dekat serviks meningkat secara signifikan sehingga dapat menyebabkan bercak.
Penyebab lain pendarahan selama kehamilan adalah implan plasenta ke dalam rahim yang merupakan bagian dari kehamilan. Jika Anda mengalami pendarahan hebat, maka itu bisa menjadi tanda keguguran.
Tapi, ada banyak kondisi yang seringkali disalahartikan sebagai tanda-tanda keguguran. Berikut ini dilansir dari Times of India.
1. Kram
Kram juga kondisi yang normal selama kehamilan. Kram biasanya terjadi karena perluasan rahim, yang menyebabkan ligamen dan otot meregang.
Nyeri di perut bagian bawah paling sering dirasakan saat bersin, batuk, atau mengubah posisi. Episode kram menjadi lebih sering pada trimester kedua kehamilan.
2. Tidak mengalami gejala kehamilan lagi
Gejala kehamilan terus berubah dan berfluktuasi seiring bertambahnya usia kehamilan. Terkadang, gejala kehamilan ini akan hilang dengan sendirinya dan muncul kembali setelah beberapa hari.
Anda mungkin mengalami kehilangan gejala kehamilan seperti nyeri payudara, kembung, perubahan suasana hati, dan mengidam makanan.
Tapi, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari hilangnya gejala kehamilan. Bahkan, gejala kehamilan mungkin akan mereda setelah mendekati minggu ke-12 kehamilan.
3. Tes darah hCG rendah
Dokter sering menguji kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) selama kehamilan pada periode waktu tertentu untuk memastikan kehamilan itu sehat atau tidak.
Umumnya, tingkat hCG ini akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Dalam kebanyakan kasus, tingkat hCG meningkat setiap dua atau tiga hari selama trimester pertama kehamilan.
Tingkat hCG rendah juga kadang-kadang dikaitkan dengan kehamilan palsu. Tetapi, tidak perlu panik karena penurunan kadar hormon adalah normal pada awal kehamilan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3285 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 764 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 702 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman