Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tukang Sayur Jualan Pakai Mobil Tak Biasa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penjual sayur keliling umumnya datang menggunakan mobil pikap. Namun berbeda dengan penjual sayur di Ungaran, Semarang ini.
Pada video yang diunggah Selasa (28/12/2021) itu menunjukkan tukang sayur menjajakan jualannya dengan minibus. Mobil model tersebut biasanya digunakan untuk kendaraan pribadi ke kantor, mal, sekolah, dan lain sebagainya.
"Kang sayur sultan," tulis akun @hengkyhengs pada akun TikToknya.
Dalam video tersebut telihat penjual sayur duduk di kursi kemudi sementara dagangannya ada di kursi penumpang. Ia juga menempelkan gantugan untuk menggantung julannya seperti kerupuk, pare, pete, dan lain sebagainya.
Pada kursi penumpang, mobil dipenuhi dengan keranjang-keranjang krat berisi sayuran dan timbangan digital. Unggahan tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Tukang sayur rata-rata punya mobil karena jualan untungnya besar omset banyak, jangan lihat dari fisik tapi liat dirumah ada mobil tentunya," komentar warganet.
"Orang kaya kalo becanda suka kelewatan," imbuh warganet lain.
"Di tempatku kemarin siang jualan bawang merah putih pake mobil mewah juga," tulis warganet di kolom komentar.
"Beginilah kalau orang kaya gabut," balas warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2730 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2023 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1958 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun