Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Selama Satu Pekan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah melakukan perpanjangan pemberlakuan PPKM Jawa-Bali. Perpanjangan ini akan dilakukan selama sepekan ke depan yakni hingga tanggal 24. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak terkait.
"Sampai tanggal 24," kata Jodi Mahardi selaku juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat dimintai konfirmasi, Senin (17/1/2022).
Namun Jodi belum membeberkan mengenai perubahan level PPKM setiap daerah. Informasi detail terkait PPKM bakal segera disampaikan.
Seperti diketahui, pemerintah kembali menerapkan asesmen PPKM mingguan menyusul melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Asesmen PPKM level yang digelar setiap dua pekan sekali dihapus.
"Selain itu, pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen 2 minggu semata-mata untuk mengikuti perkembangan Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat ini," kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (16/1).
Luhut menegaskan PPKM level masih menjadi pilihan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus COVID-19 di Indonesia.
"Pemerintah hari ini akan terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh Omicron. Hari ini saya menegaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan sosial bagi masyarakat," ujar Luhut.
Luhut juga menegaskan sistem kesehatan Indonesia sudah siap dalam menghadapi kenaikan kasus COVID-19. Kendati demikian, Luhut mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.
"Perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron. Namun langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama penekanan laju penyebaran kasus ini. Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah," ujar Luhut.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan