Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Viral Kuliner Khas Toraja Pa'piong Terjual Rp100 Juta di Timika

Senin, 24 Januari 2022, 15:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Viral Kuliner Khas Toraja Pa'piong Terjual Rp100 Juta di Timika

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pa'piong adalah makanan khas Toraja yang bisa didapatkan secara cuma-cuma di Toraja. Namun ternyata di daerah lain, makanan ini dijual dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala.

Di Papua, misalnya. Pa'piong dilelang dengan harga fantastis. Mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Hal tersebut terlihat pada acara natal Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Timika. Satu batang Pa'piong dihargai dengan harga hingga Rp100 juta.

Dalam video siaran langsung yang diupload akun Ruth Susanty di akun Facebooknya, terlihat pihak panitia sedang melelang satu batang bambu Pa'piong daging babi. Harga langsung dimulai dari Rp10 juta.

"Hanya ada di Timika. Harga Pa'piong sanglampa (satu batang) Rp10-100 juta," tulis akun tersebut.

Kendati mahal, peserta natal sangat antusias mengikuti lelang tersebut. Mereka bahkan berlomba-lomba melakukan penawaran sampai ratusan juta.

Banyak warganet yang merasa penasaran seenak apa harga Pa'piong yang dijual dengan harga ratusan juta itu. Sebab di Toraja makanan ini hampir setiap hari ditemui dan gratis jika berkunjung ke rumah warga.

"Pa'piong rasa bagaimana sampai dilelang ratusan juta. Lelang sultan," tulis akun Helena.

Banyak juga warganet yang menjelaskan bahwa harga Pa'piong di Papua jelas lebih mahal, sebab harga satu ekor babi saja disana bisa mencapai Rp35 juta. Sementara di Toraja hanya sekitar Rp5 juta per ekor.

Ya, seperti diketahui, bagi warga Toraja, Pa'piong akan selalu jadi menu utama di setiap kegiatan, baik perkawinan, kematian, maupun syukuran.

Pa'piong pada umumnya berbahan dasar daging babi yang dimasak menggunakan bambu. Bisa juga menggunakan ikan mas atau ayam kampung.

Daging tersebut kemudian dicampur dengan sayur miana atau Coleus Blumei dan bumbu rempah-rempah lainnya, seperti bawang, cabai, jahe dan serei. Lalu kemudian dibakar menggunakan api besar hingga matang.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami