Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Efek Negatif Dari Stres Terhadap Kondisi Wajah dan Rambut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berubahnya kondisi tubuh utamanya wajah bisa juga diakibatkan karena stres berlebihan. Stres tidak hanya membuat seseorang tampak kelelahan secara psikologis, kondisi fisik pun dapat terpengaruh. Orang yang stres sering disebut rentan terhadap sejumlah masalah kulit. Kesehatan rambut pun bukannya tak mungkin ikut terganggu.
Dirangkum dari Boldsky, ada beberapa dampak negatif stres bagi kecantikan kulit dan kesehatan rambut. Berikut penjelasannya.
Jerawat
Kamu menghasilkan lebih banyak kortisol saat stres. Hipotalamus menghasilkan CRH (corticotrophin-releasing hormone) sebagai respons terhadap kortisol yang kemudian merangsang produksi minyak kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Nah, produksi minyak oleh kelenjar ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat.
Ruam
Stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada kulit yang disebut dysbiosis. Setiap kali ketidakseimbangan ini terjadi, itu bisa memicu kemerahan atau ruam.
Mata panda
Seiring bertambahnya usia, ini adalah masalah yang umum terjadi karena kekuatan otot-otot di sekitar mata melemah. Namun, ini juga bisa terjadi akibat kurang tidur yang merupakan gejala umum stres. Stres akan membuat protein di kulit berubah dan mengurangi elastisitas kulit. Hilangnya elastisitas dapat menyebabkan munculnya kerutan.
Kulit kering
Di lapisan luar kulit, beberapa protein dan lipid memainkan peran penting dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi. Mereka juga berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit di bawahnya. Jika lapisan luar tidak berfungsi dengan baik, termasuk akibat stres, kulit bisa menjadi kering dan terasa gatal.
Rambut rontok
Selain mengganggu produksi pigmen melanin, stres juga bisa berdampak negatif pada pertumbuhan rambut kemudian menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Akibatnya adana munculnya masalah rambut rontok berlebihan.
Rambut beruban
Stres juga bisa membuat rambut lebih cepat beruban. Ini karena kondisi emosi yang tidak stabil dapat mengganggu produksi pigmen melanin oleh melanosit, sel yang bertanggung jawab untuk memberi warna pada rambut.
Itulah sejumlah efek negatif dari stres terhadap kondisi tubuh. Untuk mencegah dan menanggulanginya ada baiknya untuk mengobati stres itu terlebih dahulu.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4469 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2013 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1642 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan