Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Efek Negatif Dari Stres Terhadap Kondisi Wajah dan Rambut

Senin, 24 Januari 2022, 22:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/halodoc.com/Efek Negatif Dari Stres Terhadap Kondisi Wajah dan Rambut

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Berubahnya kondisi tubuh utamanya wajah bisa juga diakibatkan karena stres berlebihan. Stres tidak hanya membuat seseorang tampak kelelahan secara psikologis, kondisi fisik pun dapat terpengaruh. Orang yang stres sering disebut rentan terhadap sejumlah masalah kulit. Kesehatan rambut pun bukannya tak mungkin ikut terganggu.

Dirangkum dari Boldsky, ada beberapa dampak negatif stres bagi kecantikan kulit dan kesehatan rambut. Berikut penjelasannya.

Jerawat

Kamu menghasilkan lebih banyak kortisol saat stres. Hipotalamus menghasilkan CRH (corticotrophin-releasing hormone) sebagai respons terhadap kortisol yang kemudian merangsang produksi minyak kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Nah, produksi minyak oleh kelenjar ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat.

Ruam

Stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada kulit yang disebut dysbiosis. Setiap kali ketidakseimbangan ini terjadi, itu bisa memicu kemerahan atau ruam.

Mata panda

Seiring bertambahnya usia, ini adalah masalah yang umum terjadi karena kekuatan otot-otot di sekitar mata melemah. Namun, ini juga bisa terjadi akibat kurang tidur yang merupakan gejala umum stres. Stres akan membuat protein di kulit berubah dan mengurangi elastisitas kulit. Hilangnya elastisitas dapat menyebabkan munculnya kerutan.

Kulit kering

Di lapisan luar kulit, beberapa protein dan lipid memainkan peran penting dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi. Mereka juga berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit di bawahnya. Jika lapisan luar tidak berfungsi dengan baik, termasuk akibat stres, kulit bisa menjadi kering dan terasa gatal.

Rambut rontok

Selain mengganggu produksi pigmen melanin, stres juga bisa berdampak negatif pada pertumbuhan rambut kemudian menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Akibatnya adana munculnya masalah rambut rontok berlebihan.

Rambut beruban

Stres juga bisa membuat rambut lebih cepat beruban. Ini karena kondisi emosi yang tidak stabil dapat mengganggu produksi pigmen melanin oleh melanosit, sel yang bertanggung jawab untuk memberi warna pada rambut.

Itulah sejumlah efek negatif dari stres terhadap kondisi tubuh. Untuk mencegah dan menanggulanginya ada baiknya untuk mengobati stres itu terlebih dahulu.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami