Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
210 Lontar di Griya Kelod Cebaang Gianyar Di-Digitalisasi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Griya Kelod Cebaang, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar melakukan digitalisasi lontar berusia ratusan tahun. Digitalisasi untuk menyelamatkan warisan turun-temurun yang mulai mengalami kerusakan, disebabkan oleh faktor usia lontar.
Panglingsir Griya Kelod Cebaang Ida Bagus Putu Manuaba, menyatakan keberadaan lontar sudah 7 keturunan. Setiap generasi diyakini menambah koleksi lontar yang ada. Jumlahnya diperkirakan mencapai 210 lontar.
Namun kini kondisinya mulai rusak. “Makanya sekarang ada ide untuk diarsipkan dalam bentuk digital,” ujarnya.
Proses digitalisasi, diawali dengan mengeluarkan dari tempat penyimpanan. Sebelum dilakukan digitalisasi, ratusan lontar direstorasi terlebih dahulu. Proses restorasi ini dilakukan untuk memperjelas kembali tulisan aksara yang terdapat dalam lontar agar dapat dibaca kembali.
Restorasi menggunakan minyak kemiri yang sudah dibakar. Lalu diusapkan di atas lontar hingga tulisan di dalam lontar jelas kembali. Tulisan aksara yang sudah jelas inilah kemudian difoto.
“Ratusan lontar ini dilakukan digitalisasi untuk penyelamatan arsip,” jelas Ida Bagus Putu Manuaba.
Lontar yang dikoleksi di Griya Cebaang sebagian besar memuat tata titi upacara keagamaan Hindu di Bali, tata cara pengambilan keputusan serta berbagai petuah.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8204 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5694 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3558 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2405 Kali
ABOUT BALI
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben