Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
126 Sawa Rare Ikuti Upacara Ngelungah di Pantai Loang Baloq
BERITABALI.COM, NTB.
Upacara "Ngelungah" berlangsung di Pantai Loang Baloq, Ampenan, Kota Mataram, Selasa (8/2). Diikuti oleh 126 Sawa Rare, upacara Ngelungah yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pedagang Canang Kota Mataram (PPCKM) ini dipuput oleh Uda Pedanda Gde Puja Manuaba dari Griya Suci Manuaba, Gunung Sari Lombok Barat.
Ngelungah adalah upacara Pitra Yadnya bagi bayi meninggal sebelum Ketus Gigi (tanggal gigi,red). Bayi yang belum ketus gigi dianggap sangat suci, sehingga ada prosesi khusus yang disebut Ngelungah. Dalam Lontar Yama Purana Tatwa dijelaskan, prosesi kematian bagi bayi yang belum ketus gigi memang sangat istimewa.
Made Slamet selalu Pembina PPCKM mengatakan, Ngelungah 126 Sawa rare di Pantai Loang Baloq ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan oleh PPCKM.
Delapan bulan yang lalu, juga sudah dilaksanakan Ngelungah Rare yang diikuti oleh 45 Sawa. Dudonan acara Ngelungah ini, setelah sambutan dari Pembina PPCKM. Lanjut Ida Pedanda munggah mepuja. Sebelumnya ada acara/ prosesi yang agak lama. Karena pesertanya cukup banyak, yakni dengan 126 sawa.
"Banyak kegiatan sosial kita laksanakan di perkumpulan pedagang canang ini. Seperti ngturang kopi gratis di kuburan kalau ada orang ngaben atau bakar mayat," kata Made Slamet, yang juga anggota DPRD Provinsi NTB ini.
Selaku Pembina PPCKM, Dalam sambutannya Made Slamet mengatakan upacara Ngelungah 126 Sawa Rare ini terselenggara dengan biaya gotong royong.
"Tyiang hanya mengajak umat se-Dharma untuk saling berangkulan menyelesaikan masalah-masalah keumatan. Baik bidang ekonomi maupun hal-hal Yadnya. Mulai hilangkan rasa persaingan ke dalam dan rasa gengsi," jelasnya.
Sebagai krama Hindu, percaya dengan adanya unsur niskala, apabila upacara Ngelungah ini tidak digelar.
"Kita harus mulai berbuat dari yang kecil-kecil bahkan nyaris tidak diperhitungkan atau diabaikan padahal sesuatu yg sangat penting," ujar Made Slamet.
Dan pedagang Canang lanjut Made Slamet, tidak hanya berurusan masalah ekonomi. Tetapi juga masalah-masalah sosial termasuk Panca Yadnya.
"Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bahu mambahu bergotong royong dg PPCKM sehingga acara ini berjalan dengan lancar," Made Slamet mengakhiri sambutannya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5931 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan