Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tampil Saat Bau Nyale, Peresean Akan Meramaikan MotoGP
BERITABALI.COM, NTB.
Beragam atraksi yang berasal dari tradisi Suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat ditampilkan saat ada berbagai event nasional juga internasional di wilayah setempat.
Salah satunya adalah atraksi Peresean atau seni ketangkasan, yang turut meramaikan event tradisi "Bau Nyale" 21-22 Februari 2022. Rencananya, tradisi Peresean ini juga akan memeriahkan event balap motor dunia MotoGP, 18-20 Maret mendatang.
"Jadi selain menyiapkan penginapan, penonton MotoGP juga akan disuguhkan berbagai pentas seni budaya, salah satunya atraksi Peresean," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi, Rabu (23/2).
Tradisi Peresean Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih dilestarikan sampai saat ini. Peresean adalah salah satu dari deretan budaya yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dimulai sejak abad ke-13, mulanya tradisi ini bertujuan untuk memanggil hujan pada musim kemarau. Namun, Peresean telah berkembang menjadi seni ketangkasan seiring berkembangnya zaman.
Peresean atau perisean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan atau penyalin, dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.
Acara Peresean ini biasanya diselenggarakan langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah, di sekitar Pantai Kuta Mandalika. Pada saat event Bau Nyale kemarin, tempat yang paling sering digunakan untuk acara Peresean ini biasanya Pantai Seneq, letaknya sekitar 2 km dari Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Disbudpar biasanya akan mengundang para Pepadu dari berbagai kecamatan di Lombok Tengah. Selama pertandingan biasanya sudah ada jadwal tanding antar kecamatan agar para Pepadu mempersiapkan diri.
Penentuan para Pepadu yang akan bermain biasanya dilakukan pada hari saat pertandingan berlangsung. Siapa yang berani mengajukan diri, itu yang biasanya langsung maju ke depan untuk bertarung.
Pada acara Peresean Bau Nyale biasanya dihadiri oleh pejabat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan berbagai unsur lainnya untuk menyaksikan langsung pertandingan ini.
Kehadiran para pejabat dan mereka yang memiliki banyak uang sangat dinantikan. Pasalnya, kehadiran para pejabat ini dapat menambah hadiah dari Peresean. Biasanya mereka akan nyawer dengan uang ratusan ribu jika pertandingan berlangsung seru.
Sebagai hadiah utama, panitia biasanya sudah mempersiapkan hadiah berupa kain tenun atau kain batik dan amplop berisi uang ratusan ribu. Terdapat berbagai peraturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama dalam pertandingan Peresean.
Para Pepadu tidak boleh memukulkan rotannya dari arah bawah atau betis para pepadu. Rotan hanya boleh dipukulkan dari atas atau kepala. Jika rotan dipukulkan dari atas maka bagian tubuh apapun yang mengenai rotan tersebut maka itu dapat dianggap sah.
Jika Pepadu terus memukul dari arah bawah, maka Pepadu dapat didiskualifikasi berdasarkan keputusan Pekembar atau wasit. Pepadu boleh memukul mulai dari arah perut hingga ke atas kepala.
Sementara itu mulai dari area kemaluan hingga betis tidak diperbolehkan untuk memukul dimulai dari area tersebut. Dalam acara Peresean, biasanya panitia sudah menyiapkan tim medis jika ada para Pepadu yang mengalami kebocoran atau luka serius.
Mereka akan langsung sigap untuk menangani para Pepadu agar lukanya tidak serius. Para medis ini biasanya terdiri dari dua hingga tiga orang.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan