Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
SMPN 3 Gianyar "Overload", Perbekel Desak Siswa Diterima
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perbekel Temesi, I Ketut Branayoga, meminta pemerintah Gianyar untuk membangun SMP negeri baru. Hal itu supaya siswa di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, semuanya tertampung saat penerimaan siswa.
“Dulu setelah tiga kali penerimaan siswa baru saya sering kawal dalam penerimaan. Ternyata, banyak tidak diterima. Karena ada mekanisme. Dari prestasi dan lain sebagainya,” ujar Branayoga, Senin (28/3).
Pihaknya juga melihat muncul jumlah siswa baru selain yang terdaftar. Data yang diperoleh perbekel, jumlah kelas mencapai 11. Satu kelas menampung 50 siswa. “Over kapasitas,” jelasnya.
Padahal, di awal penerimaan, jumlah siswa per kelas dijanjikan 30 orang. “Cara penerimaan siswa kami dipersulit dengan alasan macam-macam. Namun di satu sisi mereka over kapasitas. Bagaimana prosedur itu. Kalau dari awal, misalnya per kelas 30 orang, lalu tidak ada penerimaan, kami terima kenyataan itu. Ini ada sebuah jumlah yang signifikan,” jelasnya.
Pihak desa juga tidak tahu, darimana saja siswa yang diterima di SMPN 3 Gianyar. “Belum jelas dari mana mereka. Ada yang dari luar desa Temesi. Maka kami tuntut, yang ingin sekolah disini bisa diterima,” desaknya.
Dengan over kapasitas, pihaknya berharap pemerintah merubah sekolah swasta di desa Serongga.
“Di Serongga ada SMP swasta, kemungkinan itu bisa dinegerikan. Jadi yang dari Lebih, Serongga, Kesian, bisa kesana. Sehingga mereka tidak merebut zonasi SMPN 3 di Temesi,” pintanya.
Dia juga berharap Pemkab ada solusi. “Akan kami tunggu. Karena ini sering terjadi setiap tahun. Bukan hal baru,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, bulan depan, siswa baru mulai ancang-ancang mencari sekolah. “Kami harap, ada pertimbangan yang jelas. Terutama yang ingin sekolah disini, agar diprioritaskan,” ujarnya.
Apalagi, sejarahnya, para orang tua disini ikut membantu, gotong royong saat zaman Cok Budi Suryawan.
“Janjinya semua warga diterima. Itu sebatas wacana. Sehingga sekarang ada masalah, orang tua kami tidak berpikir sejauh itu,” terangnya.
Perbekel berharap anak-anak Temesi bisa sekolah di SMPN yang berada di Temesi. “Kami meminta hak untuk sekolah disini, karena dekat dengan rumah penduduk,” pintanya.
Harapan kepada kepala sekolah, agar memprioritaskan warga Temesi. “Supaya anak SD kami semua diterima,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan