Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sejarah April Mop, Perayaan Prank Sedunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tanggal 1 April, hari ini, dikenal sebagai April Mop atau disebut juga April Fool's Day. Pada hari ini, semua orang diberikan izin sesaat untuk melakukan kebohongan, lelucon atau berbagai jenis prank lainnya demi kesenangan.
Di akhir hari, pelaku bakal membuka kedoknya dengan berteriak keras dan bangga, "April Mop!" pada korbannya.
Tidak boleh ada rasa marah atau emosi negatif lainnya yang muncul ketika jadi korban tradisi April Mop ini, demikian kepercayaannya. Bagi sebagian orang penyuka lelucon, April Fool's Day adalah momen yang amat dinantikan. Namun ada yang tidak menyukainya karena harus terus khawatir atau curiga bakal menjadi korban ulah keisengan orang lain.
Sejarah April Mop, hari kebebasan prank sedunia
April Mop adalah salah satu perayaan populer yang paling dikenal di seluruh dunia, tanpa memandang negara, agama dan kelas ekonomi. Pada momen ini, anak-anak melakukan prank pada orangtuanya, atasan mengerjai bawahan atau rekan kerjanua di kantor, dan anak sekolah melakukannya pada sahabatnya.
Belakangan, sejumlah brand maupun perusahaan juga kerap melakukan prank dengan merilis produk atau kabar yang belakangan diklaim sebagai lelucon belaka. Uniknya, tidak ada yang benar-benar memahami sejarah dan asal muasal perayaan lelucon ini.
Namun beberapa sejarawan berspekulasi bahwa April Mop berawal di tahun 1582, ketika Perancis beralih dari kalender Julian ke kalender Gregorian. Dalam Kalender Julian, seperti dalam kalender Hindu, tahun baru dimulai dengan ekuinoks musim semi sekitar 1 April.
Orang-orang yang lambat mendapatkan berita atau tidak menyadari bahwa awal tahun baru telah pindah ke tanggal 1 Januari dan terus merayakannya selama minggu terakhir bulan Maret. Hal ini kemudian menjadikan tanggal 1 April sebagai lelucon di kalangan masyarakat dan disebut Aprol Fool's Day.
Prank yang kala itu dilakukan termasuk menempelkan ikan kertas di punggung mereka dan disebut sebagai "poisson d'avril" (April fish), dikatakan melambangkan ikan muda yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu.
Ada juga spekulasi bahwa April Mop terkait dengan vernal equinox, atau hari pertama musim semi di belahan bumi utara. Ketika itu, alam menipu orang-orang dengan cuaca yang berubah dan tidak dapat diprediksi. Perayaan April Mop kemudian menyebar ke seluruh Inggris selama abad ke-18, termasuk di Skotlandia yang merayakan tradisi ini dengan acara dua hari.
Lelucon tersebut dimulai dengan "berburu gowk", ketika orang dikirim untuk tugas palsu (gowk adalah kata untuk burung kukuk, simbol untuk orang bodoh). Mereka ini akan diikuti oleh Tailie Day, yang melibatkan prank yang dimainkan di pantat orang, seperti menjepit ekor palsu atau tanda "tendang saya".
Sementara itu, masyarakat Yunani percaya jika kita sukses membodohi orang lain di April Mop maka akan mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun. Di bagian negara tersebut, curah hujan pada tanggal 1 April dikatakan memiliki kemampuan penyembuhan sehingga prank selalu dilakukan, bukan hanya demi kesenangan.(sumber: kompas.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan