Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kemenparekraf Apresiasi Festival Tanjung Waka 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi penyelenggaraan Festival Tanjung Waka 2022 (FTW 2022), di Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Festival Tanjung Waka 2022 merupakan festival berbasis konsep edu-ekowisata yang memberikan edukasi tentang konservasi. Event ini juga mengenalkan berbagai budaya yang diwariskan oleh leluhur di Kepulauan Sula. Sehingga wisatawan dapat mempelajari filsafat lokal yang menjadi kekuatan dari Kepulauan Sula.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa, yang mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, saat membuka Festival Tanjung Waka 2022, di Kepulauan Sula, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (26/3/2022), menyampaikan event ini memantik berbagai kegiatan pariwisata, termasuk bisa menjadi wadah yang menghimpun banyak potensi ekonomi kreatif di Indonesia.
"FTW 2022 ini sangat luar biasa, ada kuliner yang sungguh lengkap, ada atraksi kesenian, keikutsertaan UMKM setempat, dan komunitas. Kegiatan seperti ini perlu berlanjut terus dan harus melibatkan komunitas. Harus memberi manfaat. Event ini bukan hanya selebrasi para pejabat. Waka adalah salah satu contoh, sangat luar biasa," kata Rizki.
Menurut Rizki, unsur-unsur edukasi dalam FTW 2022 sudah terpenuhi. Seperti penari lokal dengan keterlibatan ibu-ibu, anak-anak, juga para nelayan dengan narasi yang terbentuk tentang keindahan lautnya, hingga masyarakat lokal yang menuturkan kisah leluhur mereka dengan filosofi hidup yang menakjubkan.
Sehingga tingkat partisipasi masyarakat setempat dengan konsep green event dan menggunakan strategi mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem telah sesuai dengan yang disampaikan Menparekraf yaitu event yang adaptif, inovatif dan kolaboratif.
"Pak Menteri selalu mengamanahkan untuk mengedepankan event dan menjadikan event sebagai pemantik ekonomi lokal. Event dengan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi," kata Rizki.
Berbagai acara pun digelar di Festival Tanjung Waka 2022, di antaranya Gowes Bena Sepeda 60 km FTW 2022, historical camping, coastal cleanup, coral transplantation, sea turtle conservation, traditional dance colossal performance, hingga traditional children games.
Indigenous Recipes ibu-ibu desa di Kepulauan Sula bersama Pusaka Rasa Nusantara dan Kedutaan Amerika untuk Indonesia, Attractions of 100 Fishing Boats from 80 Sula Villages, three-days local culinary adventures, Sula Arts & Cultural Expo 2022, Explore Turtle Paradise on Sula, water sports, dan sebagainya.
"Sula Arts & Cultural Expo 2022 ini menampilkan produk UMKM Sula yang memiliki daya tarik dan kualitas prima seperti produk madu, cokelat, kenari, anyaman daun pandan, produk olahan perikanan, kerajinan tangan, dan bisnis kuliner lokal," kata Rizki.
Rizki juga menjelaskan suguhan kuliner leluhur masyarakat Sula dipresentasikan secara dramatis melalui live cooking, barbeque, dan sunset dinner di pesisir Pantai Tanjung Waka. Sehingga menurutnya, hal ini telah sesuai dengan nilai budaya dan tradisi lokal masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula yang mendominasi pelaksanaan FTW 2022.
"Ada sajian Sinole dan Jepa (campuran sagu dan parutan kelapa), Hutamia (jamur merah), Nasi Jagung Rempah, Utanil (Sambal dari pucuk pohon kedondong hutan), seafood dengan olahan serba kenari, serta olahan kuliner berbasis madu yang akan disuguhkan ke tamu undangan," ujar Rizki.
Selama acara berlangsung, masyarakat dan seluruh komunitas lokal turut mengkampanyekan “Stop Penggunaan Plastik Kemasan Sekali Pakai” sebagai kampanye sadar lingkungan.
Event ini ditargetkan bisa dikunjungi 10.000 wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. FTW 2022 adalah event penting bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, sebagai langkah strategis percepatan peningkatan ekonomi masyarakat setempat serta sebagai peluang untuk mempromosikan sektor pariwisata di wilayah ini, khususnya pengembangan Community Based Tourism (pariwisata berbasis masyarakat).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan