Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
27 Seniman Bangkitkan Nilai Seni Rupa Seperti Sedia Kala
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pameran seni bertema “Resrrection" dikuratori oleh Arif Bagus Prasetyo menampilkan 27 orang seniman dari dalam maupun luar negeri mulai dari, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali hingga Malaysia dan Macedonia.
Adapun seniman-seniman tersebut, An, Andi Prayitno, Ang Che Che, Anis Kurniasih, Antoe Budiono, Ben Wong, Budi Asih, Burhanudin Reihan Afnan, Cadio Tarompo, Camelia Mitasari Hasibuan, Chairol Imam, Citra Pratiwi, Dedi Imawan, Dona Prawita Arissuta, Hendra Purnama, I Made Gunawan, I Made Santika Putra, I Putu Adi, I Wayan Legianta, Jemana Bayubrata Murti, Johhny Gustaf, Lim Tong Xin, M Aidi Yupri, Ni Nyoman Sani, Sinisha Kashawelski, Wahyu Nugroho dan Wisnu Ajitama.
Dengan Karya-karya mulai dari, karya patung, Instalasi, Karya lukisan meliput gaya abstrak, naif, realis, surealis, hingga hiperrealis. “Resurrection” jika diartikan dalam bahasa Indonesia, berarti ‘Kebangkitan”.
Menurut Pendiri Art Xchange Gallery Benny Oentoro B.A menyampaikan, seni rupa belakangan telah seolah sudah mati. Budaya konsumerisme telah mematikan pasar seni rupa.
Orang tidak lagi menghargai seni rupa dengan cara seperti dulu. Perupa tidak lagi menciptakan seni demi seni itu sendiri.
Alih-alih, memproduksi seni secara massal dan menciptakan seni demi uang. Pentingnya menciptakan seni tidak lagi terletak pada mutu atau jiwa karya seni, melainkan terletak pada likuiditasnya.
"Semuanya demi mendapatkan uang secepat-cepatnya. Kami percaya inilah saatnya untuk memulihkan pasar seni rupa seperti sedia kala. Kita perlu membangkitkan seni, orang perlu belajar bagaimana menghargai seni dengan tulus, bukan karena nilai uangnya, tetapi karena konteksnya yang lebih luas," paparnya, Jumat (1/4) di Sanur, Denpasar.
Menurutnya seni membuka hati dan mengenyangkan pikiran. Tanpa seni, kata dia, kita akan hidup di dunia hampa, dunia yang tidak ada pemikiran dan kegembiraan, hanya ada kehambaran.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan