Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS, Inggris, Australia Kerja Sama Senjata Hipersonik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aliansi pertahanan AUKUS berkomitmen untuk mengembangkan senjata hipersonik dan "kemampuan perang elektronik". Langkah tersebut merupakan upaya untuk melawan pengaruh militer Cina di kawasan Pasifik.
Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia mengatakan pada hari Selasa (05/04) bahwa mereka akan bekerja sama dalam pengembangan senjata hipersonik dan "kemampuan perang elektronik."
Pengumuman itu dibuat oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebagai bagian dari aliansi pertahanan AUKUS yang dibentuk September tahun lalu.
Dengan adanya AUKUS, negara anggotanya dapat berbagi teknologi pertahanan serta mengembangkan alutsista.
Dilansir kantor berita AFP, dalam pernyataan bersama ketiga pemimpin negara mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk "memulai kerja sama trilateral baru pada hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan peperangan elektronik, serta untuk memperluas berbagi informasi dan memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan."
"Inisiatif-inisiatif ini akan menambah upaya kami untuk memperdalam kerja sama pada kemampuan dunia maya, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan kemampuan bawah laut," lanjut pernyataan itu.
Kerja sama ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara AS dan sekutunya tentang pengaruh militer Cina yang berkembang di kawasan Pasifik.
"Seiring kemajuan pekerjaan kami dalam hal ini dan kemampuan pertahanan dan keamanan penting lainnya, kami akan mencari peluang untuk melibatkan sekutu dan mitra dekat,” demikian kata pernyataan itu.
Apa itu rudal hipersonik?
Rudal hipersonik bisa terbang lebih dari lima kali kecepatan suara. Mereka, seperti rudal balistik, digunakan untuk membawa senjata nuklir.
Tidak seperti rudal balistik yang terbang tinggi ke luar angkasa dalam bentuk busur untuk mencapai target mereka, rudal hipersonik terbang pada lintasan rendah di atmosfer, berpotensi mencapai target lebih cepat.
Rudal hipersonik juga dapat bermanuver, membuatnya lebih sulit untuk dilacak dan dihalau. AS, Rusia, Cina, dan Korea Utara adalah negara-negara yang telah menguji rudal hipersonik.
Moskow mengumumkan telah meluncurkan rudal hipersonik untuk pertama kalinya dalam invasinya ke Ukraina. Pada Oktober tahun lalu, Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley mengkonfirmasi bahwa Cina telah melakukan uji coba sistem senjata hipersonik.
Prancis, Jerman, Australia, India, dan Jepang dilaporkan juga telah mengembangkan senjata hipersonik. Sementara Iran, Israel, dan Korea Selatan telah melakukan penelitian dasar tentang teknologi tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan