Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Zelensky Minta Bantuan Senjata dari Korsel Untuk Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Volodymyr Zelensky meminta Korea Selatan mengirimkan bantuan militer berupa senjata untuk memperkuat Ukraina dalam upaya melawan invasi Rusia. Zelensky mengutarakan permintaan itu dalam pesan video kepada anggota parlemen Korsel pekan lalu. Ia meminta Korsel mengirimkan senjata-senjata anti-pesawat.
"Korea Selatan punya tank, kapal, dan berbagai peralatan yang bisa memblokir rudal Rusia dan kami akan sangat berterima kasih jika Korea Selatan dapat membantu kami melawan Rusia," ujar Zelensky dalam video itu.
"Jika Ukraina bisa menerima senjata-senjata semacam itu, itu tak hanya membantu kami menyelamatkan nyawa warga sipil, tapi juga memberikan Ukraina kesempatan untuk bertahan sebagai negara, juga membantu mencegah negara lain diserang Rusia."
Tak lama setelah itu, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa mereka menolak salah satu permintaan senjata anti-pesawat. Perwakilan kementerian itu kembali menegaskan bahwa Korsel memegang prinsip hanya akan memberikan bantuan militer berupa peralatan yang tak mematikan.
Korsel juga menyatakan, mereka juga sudah membantu dengan berbagai cara lain, termasuk melarang ekspor material-material penting ke Rusia. Mereka juga sudah menyetop transaksi dengan bank-bank Rusia.
Zelensky pun mengucapkan terima kasih atas upaya-upaya Korsel tersebut. Namun menurutnya, sanksi saja tak cukup untuk menghentikan agresi Rusia.
"Rusia tak peduli sebanyak apa orang tewas," ucap Zelensky.
Ia kemudian menyoroti kondisi di Mariupol setelah direbut pasukan Rusia. Zelensky mengatakan, puluhan ribu warga sipil tewas di kota itu.
Zelensky lantas memutar video grafis yang menunjukkan gedung-gedung dihantam roket, tank Rusia melepaskan tembakan di jalan-jalan, dan warga sipil menangis melihat kerabatnya tewas.
"Perang ini masih jauh dari kata selesai. Rusia ingin menghapus kemerdekaan Ukraina dan memecah negara ini. Mereka mencoba menghapus kebudayaan dan bahasa bangsa Ukraina," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan