Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Zelensky Minta Bantuan Senjata dari Korsel Untuk Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Volodymyr Zelensky meminta Korea Selatan mengirimkan bantuan militer berupa senjata untuk memperkuat Ukraina dalam upaya melawan invasi Rusia. Zelensky mengutarakan permintaan itu dalam pesan video kepada anggota parlemen Korsel pekan lalu. Ia meminta Korsel mengirimkan senjata-senjata anti-pesawat.
"Korea Selatan punya tank, kapal, dan berbagai peralatan yang bisa memblokir rudal Rusia dan kami akan sangat berterima kasih jika Korea Selatan dapat membantu kami melawan Rusia," ujar Zelensky dalam video itu.
"Jika Ukraina bisa menerima senjata-senjata semacam itu, itu tak hanya membantu kami menyelamatkan nyawa warga sipil, tapi juga memberikan Ukraina kesempatan untuk bertahan sebagai negara, juga membantu mencegah negara lain diserang Rusia."
Tak lama setelah itu, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa mereka menolak salah satu permintaan senjata anti-pesawat. Perwakilan kementerian itu kembali menegaskan bahwa Korsel memegang prinsip hanya akan memberikan bantuan militer berupa peralatan yang tak mematikan.
Korsel juga menyatakan, mereka juga sudah membantu dengan berbagai cara lain, termasuk melarang ekspor material-material penting ke Rusia. Mereka juga sudah menyetop transaksi dengan bank-bank Rusia.
Zelensky pun mengucapkan terima kasih atas upaya-upaya Korsel tersebut. Namun menurutnya, sanksi saja tak cukup untuk menghentikan agresi Rusia.
"Rusia tak peduli sebanyak apa orang tewas," ucap Zelensky.
Ia kemudian menyoroti kondisi di Mariupol setelah direbut pasukan Rusia. Zelensky mengatakan, puluhan ribu warga sipil tewas di kota itu.
Zelensky lantas memutar video grafis yang menunjukkan gedung-gedung dihantam roket, tank Rusia melepaskan tembakan di jalan-jalan, dan warga sipil menangis melihat kerabatnya tewas.
"Perang ini masih jauh dari kata selesai. Rusia ingin menghapus kemerdekaan Ukraina dan memecah negara ini. Mereka mencoba menghapus kebudayaan dan bahasa bangsa Ukraina," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan