Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Warga Sahur Sekomplek Pakai Daun Pisang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Melakukan makan sahur adalah hal penting sebelum melaksanakan ibadah puasa. Membuat sahur menjadi lebih menyenangkan, warga di sebuah komplek perumahan kompak lakukan sahur bersama.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagam @underc0ver.id, terlihat warga yang beramai-ramai makan sahur bersama. Bukan secara prasmanan, mereka makan dengan alas daun pisang memanjang dan nasi di depan setiap orang.
Selain itu juga ada nasi, sayur, dan lauk ikan yang disuguhkan pada masing-masing orang. Ada juga air mieral dan sambal yang dibagikan di sahur bersama ini.
"Bukan bukber, tapi sahur bareng," tulisan dalam video.
Pada unggahan video tersebu juga terlihat yang hadir di sahur terdiri dariberbagai umur, mulai dari anak-anak, remaja, aank muda, hingga orang tua.
Video sahur bersama tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Pinter ini ngakalin aturan kan yang enggak boleh bukber sambil ngobrol kalau sahur boleh dong yah," komentar warganet.
"Mantap ini pak RT RW-nya keren banget pasti, bisa ngumpulin warga segitu banyak," imbuh waganet lagi.
"Iri, bisa kompak gitu di tempatku kerja bakti aja sedikit yang dateng," tulis warganet di kolom komentar.
"Baru kemaren mikir gini eh ternyata beneran ada yang sahur bareng," tambah warga.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1187 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun