Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Respons Invasi ke Ukraina, McDonald
BERITABALI.COM, DUNIA.
Waralaba gerai makanan cepat saji McDonald's menyatakan telah memulai proses penjualan semua restorannya di Rusia terhitung Senin (16/5). Perusahaan berlogo M itu memilih keluar dari negara itu setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di sana. Keputusan itu diambil terkait invasi Rusia ke Ukraina.
Sebelumnya, perusahaan itu telah menutup 847 restorannya di Rusia pada Maret lalu. Adapun keputusan penjualan aset itu juga dilakukan di Pushkin Square yang menjadi wilayah pusat kota Moskow--ibu kota Rusia.
"Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, telah membuat McDonald's menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis berkelanjutan di Rusia tidak dapat lagi dipertahankan," tulis keterangan McDonald's.
Perusahaan penyedia makanan cepat saji ini ingin menjual semua restorannya di Rusia kepada pengusaha lokal. Namun, McDonald's menyatakan akan tetap mempertahankan merek dagangnya.
Dalam hal ini, penjualan aset di Rusia menandakan kemunduran merek dagang Barat di negara tersebut. McDonald's sempat menjadi simbol kapitalisme Amerika yang berkembang di Uni Soviet.
Pada 1990, restoran pertama dibuka di negara tersebut dan dihadiri 5 ribu lebih orang saat pembukaan.
Adapun McDonald's sebelumnya mencatat kerugian sebesar US$127 juta atau setara Rp1,84 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) akibat perang Rusia-Ukraina.
Selain menutup usaha di Rusia, McDonald's juga menutup sementara 108 gerainya di Ukraina dengan alasan keamanan. Gerai makanan di Rusia dan Ukraina itu berkontribusi sekitar 2 persen dari total penjualan global.
Dari sisi pendapatan operasional, gerai-gerai di kedua negara berkonflik itu malah menyumbang tiga persen. Adapun kerugian McDonald's sebesar US$127 juga dikarenakan biaya sewa, biaya pemasok, dan upah karyawan, termasuk US$100 juta lainnya untuk bahan persediaan yang tidak terjual.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan