Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
NASA: Cara Jupiter Jadi Planet Terbesar di Tata Surya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Peneliti menemukan fakta terbaru soal planet paling besar di Tata Surya, Planet Jupiter, yang diduga tumbuh besar memangsa planet-planet kecil di sekitarnya. Temuan tersebut berasal dari pandangan cukup jelas tentang material kimia di bawah atmosfer luar Jupiter yang berawan.
Sejauh ini, hanya sedikit yang diketahui dari planet yang berstatus sebagai yang terbesar di Tata Surya ini. Teleskop menangkap ribuan gambar pusaran awan yang berputar-putar di atmosfer atas gas raksasa itu, tetapi pemandangan bagian dalamnya tidak terungkap karena badai yang menghalangi.
"Jupiter adalah salah satu planet awal yang terbentuk di Tata Surya kita," kata Yamila Miguel, peneliti astrofisika di Universitas Leiden yang memimpin penelitian ini.
Dilansir Live Science, Miguel menyebut hampir tidak ada yang diketahui soal bagaimana planet tersebut terbentuk.
Baca juga:
Viral Video Sopir Travel Dipalak Rp1 Juta
Pada studi terbaru tersebut para peneliti akhirnya mampu mengintip melewati tutupan awan Jupiter menggunakan data gravitasi yang dikumpulkan wahana antariksa Juno NASA. Data ini memungkinkan tim memetakan material berbatu di bagian inti planet raksasa, yang mengungkapkan kelimpahan elemen berat yang sangat tinggi.
Kemudian susunan kimiawi yang ditemukan menunjukkan Jupiter melahap planet-planet kecil atau yang biasa disebut planetesimal untuk mendorong pertumbuhannya yang ekspansif.
Jupiter adalah sebuah bola gas besar, tetapi planet ini tetap mengawali masa hidupnya dengan mengumpulkan material berbatu, seperti umumnya planet-planet lain di Tata Surya.
Gravitasi planet ini terus menerus menarik material batu ke bagian inti sehingga membuatnya sangat padat. Kemudian barulah planet ini menarik gas dalam jumlah besar, bahkan gas yang jaraknya sangat jauh akhirnya membentuk atmosfer Jupiter.
Gas yang banyak ditarik Jupiter adalah hidrogen dan helium sisa dari pembentukan Matahari.
Dijelaskan Space, ada dua teori yang bersaing tentang bagaimana Jupiter berhasil mengumpulkan material batuan. Satu teori menyebut Jupiter mengumpulkan miliaran batuan ruang angkasa yang lebih kecil, yang oleh para astronom disebut kerikil (meskipun batu-batu ini kemungkinan berukuran lebih dekat dengan batu daripada kerikil yang sebenarnya).
Teori lainnya didukung temuan dari studi baru itu yang menyebut inti Jupiter terbentuk dari penyerapan banyak planetesimal atau batuan ruang angkasa besar yang membentang beberapa kilometer.
Batuan ini jika dibiarkan tidak terganggu berpotensi berkembang menjadi benih dari planet-planet berbatu yang lebih kecil seperti Bumi atau Mars.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan