Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Peternak Wajib Kenali Penyebab dan Ciri PMK untuk Lindungi Ternak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah sempat menghilang sejak 1983, kini Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) kembali menulari hewan ternak di berbagai provinsi.
Oleh karena itu, para peternak harus mampu mengenali penyebab dan ciri-ciri PMK agar dapat melindungi hewan ternaknya secara lebih optimal dan tidak mengalami kerugian.
PMK disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, yang menulari dan menyerang hewan ternak berkuku genap seperti kerbau, sapi, kambing, domba dan babi.
Virus ini mampu bertahan hidup pada tulang, kelenjar dan produksi susu pada hewan ternak. Virus ini menulari lewat udara, kontak langsung antara hewan tertular dan yang tidak tertular, juga melalui kontak tidak langsung melalui perantaraan manusia dan alat dan sarana transportasi yang sudah terkontaminasi.

Dampak yang langsung terlihat setelah hewan ternak terpapar virus ini adalah terjadinya penurunan produksi susu. Bahkan jika terpapar parah, hewan ternak dapat menemui kematian. Oleh karena itu, peternak diajak mencermati berbagai tanda-tanda penularan pada hewan ternaknya.
Tanda pertama yang bisa segera diamati adalah hilangnya nafsu makan pada hewan ternak. Bersamaan dengan itu, biasanya juga ditemukan lepuh atau luka pada gusi, lidah, kuku dan hidung hewan ternak.
Hewan ternak juga biasanya ditemukan memproduksi air liur berlebih. Sejurus kemudian, biasanya hewan ternak mulai terlihat pincang dan tidak mampu berjalan normal.
Baca juga:
Tabanan Target 39 Ribu Sapi Tervaksin PMK
Jika berbagai gejala ini sudah terlihat, maka peternak diminta segera merespon dengan memisahkan hewan yang tertular dari hewan yang sehat dan mengkarantina hewan ternak selama 14 hari untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut.
Setelah itu, peternak diminta segera menghubungi petugas kesehatan terdekat, untuk selanjutnya dilaporkan pada dinas kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan