Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Desa Temesi Bangun Pasar Bunga, Hindari Permainan Tengkulak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gebrakan inovatif dilakukan oleh pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Yakni membuat pertanian bunga pacah dan membangun pasar bunga.
Harapannya agar harga bunga pacah stabil dan tidak dijatuhkan oleh tengkulak. Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, menyatakan Temesi selain sawah juga mengandalkan pertanian bunga pacah yang sudah dikenal di Bali.
“Dari petani, pacah Temesi beda. Dari sisi warna dan ketahanan. Dengan itu, akhirnya dilirik Pemda, makanya ada usulan mengembangkan Temesi menjadi desa bunga,” ujarnya, Sabtu (2/7).
Dengan usulan menjadi desa Bunga, maka pengembangan bukan saja pacah.
“Peluangnya, bunga sedap malam, anggrek tanah, Krisan. Nanti dibuatkan kelompok petani, 1-2 are untuk sampel. Maka variasinya ada,” ujar dia.
Khusus petani pacah di Temesi mencapai 233 orang petani. Ada petani muda juga. Untuk lahan pacah 24,6 hektar dari total subak 165 hektar.
“Kalau prospek bagus sebagai desa bunga, maka diatur pola penanaman dan pendampingan. Kami ingin kelompok petani bentuk kelompok jelas dan usulkan pendanaan maupun pendamping ke BUMN atau BUMD,” ujarnya.
Untuk menunjang bunga, maka rencana membangun pasar bunga. Itu merupakan proposal yang sudah digodok. Namun gambar RAB sudah ada di Bappeda menggunakan lahan provinsi 35 are.
Saat ini, yang jadi kendala adalah harga yang tidak stabil. Karena harga bergantung upacara adat.
Mimpinya adalah segera membangun pasar sentra bunga. “Sehingga harga bisa dikontrol. Tengkulak atau suplier bisa kesini,” ujarnya.
Dengan pasar, harapan harga stabil. “Karena Sekarang di Bali harga dimainkan tengkulak. Ini biar petani semangat menanam,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan