Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Desa Temesi Bangun Pasar Bunga, Hindari Permainan Tengkulak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gebrakan inovatif dilakukan oleh pemerintah Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Yakni membuat pertanian bunga pacah dan membangun pasar bunga.
Harapannya agar harga bunga pacah stabil dan tidak dijatuhkan oleh tengkulak. Perbekel Desa Temesi, I Ketut Branayoga, menyatakan Temesi selain sawah juga mengandalkan pertanian bunga pacah yang sudah dikenal di Bali.
“Dari petani, pacah Temesi beda. Dari sisi warna dan ketahanan. Dengan itu, akhirnya dilirik Pemda, makanya ada usulan mengembangkan Temesi menjadi desa bunga,” ujarnya, Sabtu (2/7).
Dengan usulan menjadi desa Bunga, maka pengembangan bukan saja pacah.
“Peluangnya, bunga sedap malam, anggrek tanah, Krisan. Nanti dibuatkan kelompok petani, 1-2 are untuk sampel. Maka variasinya ada,” ujar dia.
Khusus petani pacah di Temesi mencapai 233 orang petani. Ada petani muda juga. Untuk lahan pacah 24,6 hektar dari total subak 165 hektar.
“Kalau prospek bagus sebagai desa bunga, maka diatur pola penanaman dan pendampingan. Kami ingin kelompok petani bentuk kelompok jelas dan usulkan pendanaan maupun pendamping ke BUMN atau BUMD,” ujarnya.
Untuk menunjang bunga, maka rencana membangun pasar bunga. Itu merupakan proposal yang sudah digodok. Namun gambar RAB sudah ada di Bappeda menggunakan lahan provinsi 35 are.
Saat ini, yang jadi kendala adalah harga yang tidak stabil. Karena harga bergantung upacara adat.
Mimpinya adalah segera membangun pasar sentra bunga. “Sehingga harga bisa dikontrol. Tengkulak atau suplier bisa kesini,” ujarnya.
Dengan pasar, harapan harga stabil. “Karena Sekarang di Bali harga dimainkan tengkulak. Ini biar petani semangat menanam,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun