Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
YouTube Tegaskan Bakal Hapus Video Aborsi Ilegal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
YouTube mengumumkan bahwa perusahaan bakal menindak tegas video terkait misinformasi aborsi. Platform video milik Google ini juga bakal menghapus video berisi panduan aborsi ilegal yang dinilai tak aman.
"Mulai hari ini dan beberapa minggu ke depan, kami akan menghapus konten yang memberikan instruksi untuk metode aborsi yang tidak aman atau mempromosikan klaim palsu tentang keamanan aborsi di bawah kebijakan misinformasi medis kami," kata YouTube, dikutip dari CNBC, Senin (25/7/2022).
YouTube melanjutkan, semua kebijakan platform terkait kesehatan dan medis terus mengikuti panduan yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan. Perusahaan juga menegaskan terus membantu orang-orang ke sumber terpercaya terkait topik tersebut.
"Seperti semua kebijakan kami tentang topik kesehatan atau medis, kami mengandalkan panduan yang diterbitkan dari otoritas kesehatan," kata YouTube.
YouTube juga meluncurkan 'information panel' dengan tujuan memberikan konteks dan informasi kepada pengguna dari otoritas kesehatan lokal maupun global. Laman itu juga bakal menampilkan video terkait aborsi.
YouTube memberikan contoh bagaimana laman itu akan ditampilkan, misalnya definisi aborsi menurut National Library of Medicine.
"Aborsi adalah prosedur untuk mengakhiri kehamilan. Aktivitas ini menggunakan obat atau operasi untuk mengeluarkan embrio atau janin dan plasenta dari rahim. Prosedur ini dilakukan oleh para ahli kesehatan," tulis laman tersebut.
Panel itu juga menyertakan link bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut. Kemudian ada instruksi untuk mengarahkan pengguna yang ingin aborsi ke otoritas medis setempat.
Google selaku perusahaan induk Google telah mendapat kecaman dalam beberapa minggu terakhir. Pasalnya, sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat mendesak perusahaan untuk membatasi konten terkait aborsi.
Awal bulan ini, Google mengumumkan bahwa mereka tengah berupaya untuk menghapus riwayat lokasi pengguna yang pergi ke situs aborsi ataupun kesehatan lainnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan